Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lebih dari 104 ribu orang menyeberang dari Sumatera menuju Jawa pada hari ketiga setelah Lebaran 2025, tepatnya pada 4 April lalu. Lonjakan ini terpantau di empat pelabuhan utama, yakni Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton. "Sebanyak 54 kapal kami operasikan dalam sehari untuk melayani arus balik ini," ujar Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin dalam keterangan resmi, Sabtu, 5 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Shelvy mengatakan penyeberangan masih berjalan lancar meski volume kendaraan dan penumpang meningkat tajam. Angka itu naik drastis jika dibandingkan beberapa waktu lalu. ASDP mencatat pergerakan penyeberangan Sumatera ke Jawa pada. hari pertama setelah Lebaran 2025 mengalami penurunan. Penurunan menyentuh angka 4 hingga 5 persen pada waktu yang sama pada tahun lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Shelvy mengungkapkan dari data Posko Bakauheni, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada hari pertama setelah Lebaran tercatat 57.801 orang. “Penumpang turun 4,8 persen dari tahun lalu, sedangkan total kendaraan yang menyeberang mencapai 14.866 unit, turun 5 persen,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis, 3 April 2025.
Selain penumpang, sebanyak 27.709 unit kendaraan telah diseberangkan dari Sumatera ke Jawa hanya dalam satu hari. Mayoritas di antaranya adalah kendaraan pribadi: 14.497 unit roda empat dan 11.888 unit sepeda motor. Truk dan bus menyusul masing-masing sebanyak 917 dan 407 unit.
Sejak sepuluh hari menjelang Lebaran, total penumpang yang telah kembali ke Jawa melalui jalur penyeberangan mencapai 701.307 orang. Adapun kendaraan yang melintas menembus angka 156.317 unit.
Sementara itu, arus sebaliknya dari Jawa ke Sumatera justru menunjukkan tren menurun. Hanya 43.536 penumpang yang tercatat menyeberang dari Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara ke Sumatera pada hari yang sama. Jumlah kendaraan pun jauh di bawah: 9.128 unit, meski 53 kapal tetap disiagakan. Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Ahad, 6 April 2025.