Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Perputaran uang pada masa libur Lebaran 2025 hanya sebesar Rp 137,9 triliun atau turun dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 157,3 triliun.
Dengan berkurangnya jumlah pemudik, konsumsi di sektor pariwisata, transportasi, serta perdagangan di daerah tujuan mudik berisiko melambat.
Penurunan jumlah pemudik dinilai sebagai indikator melemahnya daya beli masyarakat.
JUMLAH pemudik saat Lebaran 2025 diprediksi menurun dibanding tahun lalu. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama akademikus, jumlah pemudik diperkirakan 146,48 juta orang atau turun 24 persen dibanding 2024 yang mencapai 193,6 juta orang.
Hasil survei Kementerian Perhubungan selaras dengan catatan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Berdasarkan data ASDP, jumlah pemudik, khususnya dengan sepeda motor, turun signifikan sejak sepekan sebelum Lebaran.
Pada 24 Maret 2025 pukul 00.00-23.59 WIB di rute penyeberangan Merak-Bakauheni, jumlah kendaraan roda dua pada periode tersebut turun hingga 61 persen dengan jumlah 504 unit. Jika dibandingkan dengan jumlah pemudik pada periode yang sama tahun lalu, ada 1.293 kendaraan roda dua yang diseberangkan oleh pemudik pada H-7 Lebaran.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo