Foto

Pengusaha Asal Cina Hidupkan Kembali Pembuatan Wajan Tradisional

25 Oktober 2018 | 13.53 WIB

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744793/744793_720.jpg
Perbesar
Foto 1 dari 6

Tian Huan (kanan) berbicara kepada seorang pandai besi saat membuata wajan secara tradisional di sebuah tempat kerajinan wajan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. REUTERS/Thomas Suen

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744794/744794_720.jpg
Perbesar
Foto 2 dari 6

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah tampat kerajinan wajan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. REUTERS/Thomas Suen

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744795/744795_720.jpg
Perbesar
Foto 3 dari 6

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah tempat kerajinan wajan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. Pengusaha asal Cina tersebut dapat menjual 300 hingga 400 wajan per bulan pada platform mobile WeChat. REUTERS/Thomas Suen

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744796/744796_720.jpg
Perbesar
Foto 4 dari 6

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah bengkel kerajinan wajan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. Kerajinan wajan buatan tangan dijual seharga 600-1.000 yuan atau sekitar Rp 1-2 juta. REUTERS/Thomas Suen

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744797/744797_720.jpg
Perbesar
Foto 5 dari 6

Seorang pandai besi membuat wajan secara tradisional di sebuah bengkel kerajinan wajan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. Kerajinan wajan buatan tangan ini terbuat dari pelat besi yang ditempa panas hingga 1.600 derajat Celsius. REUTERS/Thomas Suen

https://statik.tempo.co/data/2018/10/25/id_744798/744798_720.jpg
Perbesar
Foto 6 dari 6

Seorang pandai besi membuat wajan secara tradisional di sebuah bengkel kerajinan buatan tangan di Desa Datian, Provinsi Hubei, Cina, 13 Agustus 2018. Seorang pengusaha Cina sedang menghidupkan kembali pembuatan wajan tradisional setelah terinspirasi dari toko peralatan seni Jepang. REUTERS/Thomas Suen

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus