Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) dikawal pasukan kerajaan saat menerima gelar kebangsawanan di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. TEMPO/Fahmi Ali
Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto mengikuti proses penerima gelar kabangsawanan dari Raja Gowa di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu sebagai seorang bangsawan dari kerajaan gowa. TEMPO/Fahmi Ali
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) saat menerima badik pusaka kerajaan dalam gelar kabangsawanan di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy urdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu sebagai seorang bangsawan dari kerajaan gowa. TEMPO/Fahmi Ali
Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) memasang badik saat menerima gelar kabangsawanan di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu berdasarkan pertimbangan hubungan kekerabatan raja gowa dan raja mataram. TEMPO/Fahmi Ali
Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) saat menerima gelar kabangsawanan dari Raja Gowa Andi Maddusila (kiri) di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu sebagai seorang bangsawan dari kerajaan gowa. TEMPO/Fahmi Ali
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini