Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Apa Itu Atrofi Otot? Berikut 5 Penyebabnya

Atrofi dalam dalam penyebutan di bidang medis berarti kehilangan jaringan otot

6 Juni 2022 | 20.41 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi radang sendi. Bamzum.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Atrofi dalam penyebutan di bidang medis berarti kehilangan jaringan otot. Kondisi ini menandakan otot yang mengalami atrofi lebih kecil dari biasanya, dilansir Medical News Today. Atrofi otot tersebab berbagai hal, kekurangan aktivitas fisik cedera, gizi buruk, genetika, dan kondisi medis tertentu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ketika otot lama tak digunakan atau tidak aktif, tubuh akan memecahnya untuk menghemat energi. Mengutip Healthline, gejala atrofi otot, yaitu salah satu bagian misalnya lengan atau kaki berukuran lebih kecil. Kondisi lainnya mengalami kelemahan di satu anggota badan.

Penyebab atrofi otot 

  1. Nutrisi buruk

Nutrisi buruk menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, termasuk atrofi otot. Merujuk International Osteoporosis Foundation diet rendah protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran bisa menyebabkan pengurangan massa otot. Atrofi otot terkait malnutrisi juga berkembang sebagai akibat dari kondisi medis. Itu mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi, seperti, sindrom iritasi usus, penyakit celiac, dan kanker.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Adapun cachexia kondisi metabolisme kompleks menyebabkan penurunan berat badan ekstrem dan atrofi otot. Orang dengan kondisi ini rentan kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan.

  1. Usia

Seiring bertambahnya usia tubuh menghasilkan sedikit protein yang mendorong pertumbuhan otot. Pengurangan protein ini menyebabkan sel otot menyusut atau sarcopenia. Menurut laporan Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat, sarcopenia mempengaruhi hingga satu pertiga orang berusia 60 tahun ke atas.

  1. Genetika

Spinal muscular atrophy masalahh genetik yang menyebabkan otot lemah dan memicu gangguan gerakan dan atrofi

  1. Kondisi medis

Amyotrophic lateral sclerosis atau penyakit Lou Gehrig mencakup beberapa jenis yang merusak sel saraf motorik pengontrol otot. Adapun multiple sclerosis kondisi sistem kekebalan tubuh yang menyerang sistem saraf pusat.

Radang sendi mengacu menyebabkan rasa sakit dan kekakuan. Peradangan sendi mempengaruhi aktivitas seseorang, ketika otot tidak digunakan rentan berakibat atrofi. Myositis peradangan otot yang menyebabkan kelemahan dan nyeri. Kondisi ini berkembang setelah infeksi virus atau sebagai efek samping dari kondisi autoimun. Infeksi virus polio menyerang sistem saraf yang bisa berakibat kelumpuhan.

  1. Masalah neurologis

Cedera bisa merusak saraf yang mengendalikan otot, mengakibatkan atrofi neurogenik. Otot berhenti berkontraksi karena tak lagi menerima sinyal dari saraf.

AMELIA RAHIMA SARI

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus