Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sarapan di kedai kopi kini sudah menjadi kebiasaan masyarakat di kota-kota besar, terutama Jakarta. Bila dulu kedai-kedai kopi hanya buka siang hingga malam, dalam beberapa tahun belakangan, sebagian besar mulai melayani pelanggan sedari pagi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tempo menelusuri kedai kopi di jantung Ibu Kota Jakarta dan menemukan beberapa di antaranya sudah buka saat jam makan pagi. Salah satunya Kedai Kopi Tanamera di Kebon Kacang, Tanah Abang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kedai industrial dengan dominasi cat warna hitam yang menorehkan kesan maskulin itu mulai menggiling kopi pukul 07.00. Suara mesin penggiling dan espresso seperti magnet yang menarik pelanggan untuk datang.
Benar saja, tak selang lama setelah barista membuka kedai, meja dan kursi berkapasitas lebih-kurang 50 orang dipenuhi oleh pelanggan. Sepertinya sebagian besar pengunjung itu penggemar kopi. Sebab, hampir semua tamu memilih menu sarapan kopi original alias single origin.
“Rata-rata yang datang memesan daily brew untuk sarapan,” kata Manajer Store Tanamera Tanah Abang, Abi, saat ditemui Kamis pagi, 10 Mei. Daily brew sama dengan manual brewing, yakni kopi hitam yang diseduh dengan proses manual.
Biasanya yang digunakan adalah kopi berjenis Arabica Aceh Gayo, Toraja, dan Kerinci. Bagi penyuka kopi, kedai ini bisa disebut surga karena mereka bisa berkonsultasi langsung dengan barista. Saat barista meracik kopi, tamu dapat berinteraksi langsung dengan duduk di barisan bangku bar.
Selain daily brew, favorit pengunjung lainnya adalah hazelnut latte. Menu ini menjadi pilihan bagi yang tak terlalu suka kopi asli dengan karakter yang sangat kuat. Ada campuran susu yang membuatnya sedikit manis. Di dalam gelas berukuran tak lebih dari 10 oz, hazelnut latte disajikan manis dengan ukiran latte art berbentuk daun bertumpuk.
Meski dicampur dengan susu, karakter kopinya masih kental terasa. Latte ini dibuat dari espresso berbahan dasar campuran tiga biji kopi, yakni Gayo, Toraja, dan Flores. Ketiga biji kopi itu saling menyeimbangkan rasa sehingga menghasilkan perpaudan yang tepat. Ada gurih, manis, pahit, dan fruity saat kopi direguk.
Guna melengkapi sarapan pagi, secangkir hazelnut latte cocok dinikmati dengan black velvet cake. Ini adalah cake pembuka hari andalan Tanamera. Cake tersebut memiliki tiga lapisan cokelat yang di antaranya disematkan selai velvet. Sedangkan permukaannya ditaburi cokelat cair yang mengristal dan parutan cokelat batang. Manis cokelat dan velvet-nya menyeimbangkan rasa kopi.
Harga huzelnut latte Rp 45 ribu. Begitu juga dengan black velvet. Adapun rata-rata kopi di sini berkisar Rp 30-50 ribu.