Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Misteri Memar Hitam di Tangan Kanan Donald Trump, Ada Masalah Kesehatan?

Memar memang umum dialami orang berusia lanjut dan yang sedang meminum obat pengencer darah. Bagaimana dengan memar di tangan Donald Trump?

27 Februari 2025 | 23.06 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bertemu di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, 24 Februari 2025. Reuters/Brian Snyder
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bertemu di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, 24 Februari 2025. Reuters/Brian Snyder

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Warna kehitaman di tangan kanan presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi perhatian banyak orang sehingga muncul pertanyaan soal kesehatannya. Warna kehitaman itu tertangkap kamera mata elang saat pertemuannya dengan presiden Prancis Emmanuel Macron di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 24 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Memar memang umum dialami orang berusia lanjut dan yang sedang meminum obat pengencer darah. Dr Gareth Nye dari Inggris memperkirakan memar itu bekas jarum infus yang disuntikkan di tangan kepala negara berusia 78 tahun itu. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Memar lebih umum di usia lanjut akibat penipisan kulit dan pembuluh darah yang melemah. Ketika menua, memar bisa terlihat bahkan akibat benturan ringan sekali pun dan seringnya tak ada masalah kesehatan berarti," ujar Nye kepada Daily Star pada 25 Februari 2025.

"Memar lebih mungkin karena orang minum obat pengencer darah atau terlalu banyak terpapar sinar matahari, bisa juga karena kondisi yang disebut purpura Actinic, yang juga disebabkan terlalu banyak terpapar sinar matahari, yang mirip memar akibat jarum infus meski tak ada bukti penggunaan infus," tambah Nye.

Gestur Menepuk Lutut

Selain itu, yang menjadi perhatian dari pertemuan Donald Trump dan Emamnuel Macron adalah gaya keduanya yang berusaha terlihat akrab meski usia keduanya terpaut 31 tahun. Salah satunya ketika Macron menyentuh lutut Trump sebagai bagian dari senda gurau yang membuat Trump tampak tak suka sehingga Macron berusaha mengambil tangan Trump dan meletakkan di lututnya dan disaksikan begitu banyak pasang mata.

Pakar bahasa tubuh Adrianne Carter dari adriannecarter.com menjelaskan, "Macron berinisiatif memulai interaksi dengan mencolek lutut Trump, gestur yang sering dikaitkan dengan dominasi atau mengambil alih pimpinan. Akan tetapi, Trump sangat terlatih menggunakan bahasa tubuh untuk mengambil kendali dan mengirim pesan seperti yang ia inginkan," ujar Carter.

"Tak membiarkan Macron terlihat dominan, Trump segera membalasnya dengan menepuk lututnya sendiri, menolak untuk didominasi. Sebagai respons, Macron membalasnya dengan memegang pergelangan tangan Trump, berusaha untuk kembali mengambil alih kendali," kata Carter.  

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus