Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Penyebab Sulit Redakan Kesedihan karena Kehilangan Orang Tersayang

Kehilangan orang yang disayangi memang berat. Tak jarang, kesedihan bisa berlangsung lama, bahkan sampai bertahun-tahun.

3 Mei 2024 | 22.54 WIB

Ilustrasi wanita sedih. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi wanita sedih. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kesedihan adalah hal normal setelah kehilangan seseorang yang disayangi, termasuk yang meninggal dunia, dan prosesnya tidak sama pada masing-masing orang. Meski demikian, secara umum periode kesedihan yang paling berat adalah enam bulan pertama setelah kehilangan dan bisa berlanjut sampai dua tahun, kata psikoterapis Andrea Dorn, namun durasi tak selalu sama pada setiap orang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tak jarang, pada sebagian orang kesedihan bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan dekade. Namun sebagian akan merasakan gejala kesedihan yang terus berkurang secara bertahap seiring waktu, jelas Dorn, yang juga penulis When Someone Dies: A Children’s Mindful How-To Guide on Grief and Loss.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Akan tetapi, tak jarang pula periode kesedihan terberat tak berkurang. Anda akan terus terperangkap di dalamnya dan merasa tak bisa melangkah maju. Inilah yang disebut kesedihan tak berujung dan secara resmi telah dianggap sebagai masalah kesehatan mental di 2021.

Sedih tak berujung adalah tipe kesedihan yang terus dialami seseorang dan mengakibatkan tekanan emosional, rasa sakit dan sedih karena kehilangan, lama setelah periode kesedihan normal sudah berlalu, kata Dorn.

"Hal ini bisa terjadi ketika orang tak punya kesempatan untuk memproses secara utuh dan terus dilanda kesedihan," ujarnya kepada HuffPost.

Berikut penyebab kesedihan tak ada habisnya menurut terapis sehingga Anda bisa mengenalinya dan mencari bantuan dan dukungan untuk meneruskan hidup.

1. Merasakan emosi intens dan persisten terkait kematian
Anda sering dibebani perasaan seperti kesedihan, kemarahan, dan putus asa terkait kehilangan sehingga sulit untuk menjalani fungsi seperti biasa.

2. Menghindari hal-hal yang mengingatkan pada orang yang sudah wafat
Anda menghindari tempat, hobi, atau orang-orang yang mengingatkan pada orang tersayang yang sudah tak ada karena merasa terlalu menyakitkan. "Contohnya tak mau ke pemakaman, melihat foto-foto orang yang sudah tak ada, atau melakukan aktivitas yang dulu biasa dilakukan bersama," sebut Dorn.

3. Sulit menerima kenyataan orang tersebut sudah tak ada
Anda terus menyangkal dan tak percaya orang tersayang itu sudah meninggal dan terus berpikir dia masih ada. Hal ini akan mencegah Anda untuk memproses emosi terkait kehilangan, kata Dorn.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus