Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mencapai orgasme adalah hal yang tentunya menyenangkan saat bercinta. Uniknya, jika selama ini orgasme pria kerap diidentikkan dengan ejakulasi sperma dari penis, ternyata ada banyak jenis orgasme yang bisa dialami seorang pria.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ada banyak indikator yang membedakan jenis orgasme pria satu dan lainnya. Bahkan satu orang yang sama pun bisa merasakan orgasme yang berbeda-beda. Setiap jenis orgasme punya ciri-ciri dan stimulus yang berbeda.
Semua jenis orgasme pria pada dasarnya tidak berbahaya, hanya stimulus dan terjadinya saja yang berbeda. Beberapa jenis orgasme pria di antaranya:
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Orgasme dengan ejakulasi
Jenis orgasme pria yang paling umum terjadi adalah orgasme dengan ejakulasi. Umumnya, orgasme dan ejakulasi terjadi secara simultan atau dalam waktu yang berdekatan. Meski demikian, keduanya adalah hal yang berbeda.
Ciri-ciri orgasme dengan ejakulasi adalah saat seorang pria mencapai klimaks kemudian penis mengeluarkan sperma atau air mani. Inilah yang disebut dengan orgasme dengan ejakulasi.
2. Orgasme tanpa ejakulasi
Orgasme pria tidak melulu berarti penis mengeluarkan semen atau sperma. Bahkan, seseorang tak perlu ejakulasi untuk bisa mengalami orgasme. Istilah untuk jenis orgasme yang satu ini adalah dry orgasm.
Dry orgasm tidaklah berbahaya dan sama-sama bisa memberi kenikmatan seperti halnya orgasme dengan ejakulasi. Setiap orang bisa mengalaminya, karena tak semua orgasme pria berarti ejakulasi. Selama tidak sedang dalam program hamil, tak ada masalah dengan orgasme tanpa ejakulasi.
3. Orgasme seluruh tubuh (blended orgasm)
Jenis orgasme pria lain yang juga bisa terjadi adalah orgasme seluruh tubuh atau blended orgasm. Saat pria mengalami blended orgasm, ia akan mengalami getaran di seluruh tubuhnya serupa kejang. Biasanya, ini terjadi saat seorang pria mendapatkan stimulus di beberapa bagian tubuh sekaligus.
4. Orgasme mimpi basah
Bisa dialami sejak menginjak usia remaja, orgasme ini terjadi saat seseorang mengalami mimpi basah. Bukan berarti hal yang terbayang dalam mimpi basah selalu hal yang erotis. Bahkan, hanya 8 persen mimpi basah yang berisi hal erotis seperti bercinta.
5. Orgasme berulang
Baik pria maupun wanita sama-sama bisa mengalami orgasme berulang atau multiple orgasm. Kuncinya adalah mengulur waktu setelah mengalami orgasme dan sebelum ejakulasi. Contohnya adalah dengan mengurangi tempo penetrasi atau bernapas lebih perlahan. Ketika rasa ingin ejakulasi semakin dekat, kembali ulur waktu untuk mengalami orgasme berulang. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri.
6. Orgasme dari puting (nipple orgasm)
Selain orgasme dengan penetrasi penis ke vagina pasangan atau stimulus saat masturbasi, ada juga jenis orgasme pria yang diperoleh dari stimulus lain.
Salah satu contohnya adalah stimulus pada puting. Bagian tubuh ini sangat sensitif karena menjadi pusat sistem saraf tepi. Tak hanya itu, stimulus pada puting juga akan memberikan rangsangan pada bagian otak terutama di bagian cortex sensori genital.
Orgasme pria ini bisa dilakukan sendiri dengan meraba bagian dada serta puting. Selain itu, tentu saja bisa menjadi stimulus saat bercinta dengan pasangan. Jangan ragu minta pasangan untuk memberi stimulus pada puting dengan tangan, bibir, atau lidahnya.
7. Orgasme pinggul (pelvic orgasm)
Pria juga memiliki banyak titik rangsang yang bisa dieksplorasi saat bercinta. Salah satunya adalah panggul. Metode ini dikenal dengan nama edging, yaitu saat merasakan klimaks dan menahannya sehingga intensitasnya menjadi berkali-kali lipat lebih kuat.
SEHATQ