Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mas Dhito Dorong Baznas Kabupaten Kediri Sinergikan Program dengan Pemerintah Daerah

Sinergi dapat menghindari tumpang tindih program, masyarakat bisa lebih merasakan dampak dari tersebut

9 Januari 2025 | 08.55 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dalam acara rapat koordinasi gugus tugas PMK bersama jajaran OPD dan Forkopimda di Pemkab Kediri, Rabu, 8 Januari 2025. Dok. Pemkab Kediri

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap Program Baznas 2025 bisa disinergikan dengan program yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kediri. Selain menghindari tumpang tindih program, masyarakat bisa lebih merasakan dampak dari sinergitas tersebut.

“Kalau (sinergi) program bisa dirembug dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), goalsnya adalah tidak hanya ASN pemkab, namun masyarakat merasa aman menaruh zakat infaq sodaqoh (ZIS) -nya di Baznas,” kata bupati yang kerap disapa Mas Dhito itu usai bertemu komisioner Baznas Kabupaten Kediri, Senin, 20 Januari 2025.

Diketahui, Baznas Kabupaten Kediri berhasil melampui 65 persen pengumpulan Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS) dari target yang ditentukan. Dari target tahun 2024 yang diberikan Baznas Provinsi kepada Kabupaten Kediri sebesar Rp 4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan Rp 7,4 miliar. Dengan capaian tersebut, ZIS yang disalurkan diwujudkan melalui berbagai program.

Mas Dhito pun mendorong Baznas untuk membuat program prioritas. Program tersebut dimaksudkan untuk mengatasi persoalan seperti kemiskinan, kesehatan, hingga pendidikan.

Bupati yang akan berakhir masa jabatan di periode pertamanya tersebut mengapresiasi kinerja Baznas Kabupaten Kediri. Menurutnya Baznas Kabupaten Kediri terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

Salah satu indikator meningkatnya kinerja Baznas tersebut, kata dia, diikuti dengan peningkatan pengumpulan ZIS. Pihaknya juga berharap ke depan capaian ini bisa dipertahankan. “Baznas sudah melakukan lompatan luar biasa, sudah mulai hidup Baznasnya, pelaporannya sudah akuntable,” ujar dia.

Menurut Mas Dhito, sinkronisasi program daerah dengan Baznas sangat diperlukan. Pasalnya hal tersebut dapat mempercepat pembangunan daerah.

Sebagai contoh, jika Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan BPJS kepada tenaga pendidik seperti guru madin, Baznas dapat membuat program bantuan untuk mencover BPJS bagi marbot atau takmir masjid yang belum dicover oleh pemerintah daerah. “Silakan, diformulakan program-program di 2025 ini seperti apa” kata Mas Dhito.

Ketua Baznas Kabupaten Kediri Iffatul Lathoif menyampaikan pada tahun 2025 target ZIS Rp 4,6 miliar dengan skema penyaluran 60 persen untuk pemberdayaan. Menurutnya hal tersebut merupakan instruksi Baznas RI. Harapannya, pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kediri bisa ditingkatkan.

“Instruksi dari baznas pusat. Untuk distribusi 2025 komposisinya 60 persen pemberdayaan 40 persen konsumtif,” kata dia.

Selama 2024, Baznas Kabupaten Kediri telah melakukan berbagai program diantaranya pemberian sembako, bantuan untuk pedagang, beasiswa, penanganan stunting, hingga melakukan Jumat Berkah dan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (*)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Fifia Asiani

Fifia Asiani

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus