Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mendes PDTT Hadiri Peluncuran 100 Desa Wisata di Mataram

Launching 100 Desa Wisata dan E-Ticketing menjadi salah satu langkah awal dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata berbasis digital di Nusa Tenggara Barat.

31 Juli 2019 | 19.19 WIB

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (tengah) saat foto bersama usai acara Peluncuran 100 Desa Wisata dan E-Ticketing di Kota Mataram pada Kamis, 25 Juli 2019. (Dok. Kemendesa PDTT)
Perbesar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (tengah) saat foto bersama usai acara Peluncuran 100 Desa Wisata dan E-Ticketing di Kota Mataram pada Kamis, 25 Juli 2019. (Dok. Kemendesa PDTT)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, bersama istri, Riri Sandjojo, menghadiri acara “Peluncuran 100 Desa Wisata dan E-Ticketing” di Kota Mataram pada Kamis malam, 25 Juli 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT mendorong para kepala desa agar mengalokasikan penggunaan dana desa yang salah satunya untuk pengembangan desa wisata.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Potensi desa wisata itu besar sekali. Oleh karena itu, kita harapkan peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk turut mengembangkan potensi ini agar dapat menambah pendapatan bagi desanya," katanya.

Launching 100 Desa Wisata dan E-Ticketing menjadi salah satu langkah awal dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata berbasis digital di Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, digitalisasi desa perlu dilakukan untuk menghadapi era revolusi 4.0. Salah satu upaya digitalisasi pariwisata di daerah tertinggal, yaitu dengan mengenalkan model sistem elektronik tiket atau e-ticketing di objek-objek wisata maupun desa wisata.

Dalam acara launching, turut ditampilkan fashion show karya desainer Merdi Sihombing yang menampilkan kain tenun dari daerah tertinggal, salah satunya dari Desa Setanggor, Lombok Tengah, hasil pewarnaan alami yang diperagakan oleh para Praja IPDN Kampus NTB.

Selain itu, Menteri Desa PDTT bersama istri juga meninjau stand pameran dari tiap desa wisata yang menampilkan kerajinan tangan, tenun, dan produk unggulan lainnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Wudodo, Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah, para bupati di NTB atau yang mewakili, SKPD Provinsi NTB, para kepala desa, kelompok sadar wisata, pengurus BUMDes, serta undangan dari kementerian/lembaga lainnya. (*)

Bahasa Prodik

Bahasa Prodik

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus