Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Serikat Petani Sambut Baik Panen Raya Padi

Panen tahun ini cukup bagus karena beberapa sentra padi mengalami kenaikan produktivitas.

14 Maret 2023 | 10.50 WIB

Serikat Petani Sambut Baik Panen Raya Padi
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL - Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyambut baik panen raya padi satu juta hektare di berbagai daerah Indonesia. Dia menilai, panen tahun ini cukup bagus karena beberapa sentra padi mengalami kenaikan produktivitas.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"SPI menyambut baik panen raya satu juta hektare tahun ini. Artinya beras kita akan dalam posisi aman atau berkecukupan. Tentu saya kira tidak cukup hanya sampai disini karena ke depan produktivitasnya perlu ditingkatkan lagi," ujar Henry, Senin, 13 Maret 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Namun Henry meminta agar pemerintah menambah porsi anggaran pupuk organik sebagai alternatif atas langkanya pupuk kimia. Terlebih harga pupuk kimia terlampau mahal akibat berbagai hal. Antara lain akibat kenaikan harga BBM tahun lalu dan perang Rusia Ukraina.

"Langkanya pupuk di beberapa tempat sangat berdampak dan mempengaruhi pola produksi. Saya kira Ini perlu diperhatikan. Saya kira kalau masalah ini diperhatikan bisa memantik semangat petani kita untuk menanam lebih giat lagi," katanya. Selain itu, Henry menambahkan perlunya penegasan pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi untuk beras.

Sebelumnya saat menghadiri panen raya di Ngawi, Presiden mengimbau agar Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjaga keseimbangan harga gabah saat petani serentak menggelar panen raya nusantara. Langkah ini penting dilakukan agar Bulog mampu menyerap gabah kering panen secara jelas dan wajar.

Sebagaimana diketahui, produksi padi nasional tahun 2022 mencapai 54,75 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 333,68 ribu ton atau 0,61 persen apabila dibandingkan produksi 2021 yang hanya 54,42 juta ton GKG. Sedangkan luas panen pada 2022 mencapai 10,45 juta hektare, mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektare atau naik 0,39 persen apabila dibandingkan dengan luas panen 2021 sebesar 10,41 juta hektare.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong aksi cepat penanaman serentak usai puncak panen raya berakhir, yang diperkirakan pada April mendatang. "Saya berharap panen yang lebih cepat ini kita maksimalkan serentak dilakukan karena kita menghadapi cuaca kemarau panjang. Walaupun ternyata saat panen ini hujan masih ada sehingga anomali cuaca ini harus kita perhitungkan," ujarnya. (*)

Prodik Digital

Prodik Digital

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus