Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal menyatakan sedang mengupayakan evakuasi WNI yang terdampak gempa Turki. Sejauh ini belum ada WNI yang termasuk korban tewas, namun banyak yang terkena dampak termasuk 40 orang Indonesia yang rumahnya hancur oleh gempa.
Saat ini terdapat 6.500 WNI yang tinggal di seluruh Turki. Dari jumlah tersebut, berdasarkan laporan awal KBRI, terdapat sekitar 500 orang tinggal di area gempa dan sekitarnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut KBRI Ankara, jumlah WNI yang terkena dampak langsung per Senin malam tercatat 10 orang. Sebanyak empat di antaranya dirawat di rumah sakit, termasuk 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay yang dilaporkan sebelumnya. Enam orang lainnya masih dalam upaya evakuasi di berbagai area. Satu tim KBRI akan mengevakuasi 40 WNI dari Gaziantep. Mereka harus dievakuasi karena rumahnya hancur.
“Beberapa mahasiswa yang tinggal di asrama, tempatnya hancur tidak mungkin lagi ditempati. Sedangkan saat berupaya masuk ke safe house, rumah sementara yang disiapkan pemerintah, sudah penuh orang sehingga tidak bisa lagi masuk situ. Saat ini mereka ada yang tinggal di masjid hingga di stadion olahraga,” kata Iqbal dalam konferensi pers secara virtual bersama Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Selasa, 7 Februari 2023.
Selain WNI Gaziantep, di Kahramanmaras ada sekitar 40 orang yang berada di lapangan yang juga dievakuasi. Sebanyak 100 orang lain di wilayah itu tinggal di safehouse.
Di Diyarbakir ada sekitar 14 orang yang juga diungsikan. “Dari kota itu ke Ankara dalam kondisi normal sekitar 6 jam, dengan kondisi ini bisa 9 jam,” kata Iqbal. Ia menyebut Turki dalam dua pekan ini dilanda cuaca ekstrem dan badai salju.
Sementara di Adana, Iqbal tak merinci jumlah WNI yang menjadi korban. Ia hanya menyebutkan bahwa ada satu keluarga dievakuasi. Di Hatay ada 9 orang, yang 3 di antaranya patah tulang. Beberapa WNI di sejumlah titik masih belum bisa terjangkau, termasuk ibu dan anak di Antakya.
Kedutaan Turki di Jakarta secara resmi telah mengirim surat ke untuk menanyakan kemungkinan pemberian bantuan ke Ankara. KBRI Ankara mengatakan pemerintah melalui perwakilannya di Turki tengah memberikan bantuan awal berupa pengiriman satu kontainer bahan makanan untuk diserahkan ke Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) di Gaziantep.
“Bentuk bantuan selanjutnya sedang dibahas oleh kementerian yang memiliki tanggung jawab terkait pemberian bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta.
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 telah terjadi di Provinsi Kahramanmaras, Gaziantep, dan Osmaniye, di bagian selatan Turki, pada Senin sore, 6 Februari 2023. Pusat gempa tersebut berada di Provinsi Kahramanmaras, sekitar 600 kilometer sebelah tenggara Ankara.
Bencana itu disusul dua gempa lanjutan yang berkekuatan magnitudo 6,4 dan 6,5 di Provinsi Gaziantep, yang berjarak 700 kilometer sebelah tenggara Turki. Jumlah korban gempa Turki dan Suriah yang tewas mencapai 4.800 orang namun Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan ada 20.000 orang yang menjadi korban.
Pilihan Editor: 20 Teroris ISIS Kabur dari Penjara Setelah Gempa Turki dan Suriah Mengguncang
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini