Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sumber di intelijen Korea Selatan National Intelligence Service mengungkapkan pada Kamis, 26 Februari 2025, bahwa Korea Utara telah mengirimkan tentara tambahan ke Rusia, namun jumlahnya tidak diketahui.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam pemberitaan itu disebutkan tentara tambahan telah dikirimkan ke medan tempur di wilayah Kursk, Rusia. Tentara Rusia sedang bertempur melawan pasukan Ukraina yang mencoba menerobos wilayah perbatasan barat Rusia. Juru bicara National Intelligence Service belum mau berkomentar perihal ini ketika dimintai konfirmasi oleh Reuters.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
National Intelligence Service sebelumnya mengatakan Korea Utara telah mengerahkan lebih dari 11 ribu tentara ke Rusia untuk terlibat dalam perang Ukraina. Ahli dari Ukraina dan Rusia juga mengatakan tentara Rusia menggunakan senjata buatan Korea Utara. Pyongyang tidak secara resmi diketahui mendukung Rusia secara militer dalam perang Ukraina
Sebelumnya pada Januari 2025, Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ini merupakan pertama kalinya Ukraina mengumumkan penangkapan tentara Korea Utara dalam keadaan hidup sejak masuknya mereka ke dalam perang pada musim gugur yang lalu.
Menurut Kyiv dan sekutu-sekutu baratnya, pasukan reguler Korea Utara memasuki perang di sisi Rusia pada Oktober, yang pada awalnya memperkirakan jumlah mereka mencapai 10 ribu orang atau lebih. Dalam sebuah unggahan di X, Zelensky mengatakan kedua tentara tersebut telah dibawa ke Kyiv dan berkomunikasi dengan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) yakni badan intelijen dalam negeri Ukraina.
"Seperti halnya semua tawanan perang, kedua tentara Korea Utara ini menerima bantuan medis yang diperlukan," kata Zelensky. Kyiv mengatakan pasukan Korea Utara bertempur di wilayah Kursk, tempat Ukraina melancarkan serangan pada Agustus. Tentara Korea Utara bahkan masih menguasai beberapa ratus kilometer persegi wilayah di sana.