Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Rusia melancarkan serangan udara ketiga secara berturut-turut ke Kyiv, Ukraina, pada Ahad malam. Gubernur daerah Kyiv, Mykola Kalashnyk, menyebut serangan itu melukai satu orang dan merusak beberapa rumah di wilayah sekitar ibu kota Ukraina tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kalashnyk menuturkan bahwa seorang pria berusia 37 tahun menerima luka pecahan peluru di tubuh bagian atas dan kepalanya. "Orang tersebut telah dirawat di rumah sakit," kata Kalashnyk dalam sebuah unggahan di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dikutip Reuters.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain Kyiv, serangan terjadi di Zaporizhzhia. Pada Ahad malam, di tenggara wilayah Zaporizhzhia, serangan Rusia melukai seorang wanita berusia 54 tahun dan merusak jendela-jendela gedung bertingkat dan perumahan.
Serangan itu terjadi setelah delegasi Ukraina bertemu dengan pejabat Amerika Serikat untuk perundingan damai di Arab Saudi, sekaligus menjelang perundingan Rusia-AS di sana pada Senin 24 Maret 2025 untuk membahas cara-cara untuk memastikan keselamatan pengiriman di Laut Hitam.
Bloomberg News melaporkan pada Ahad lalu, Amerika Serikat mendorong kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia. Mereka berharap untuk mencapai gencatan senjata yang luas dalam perang tersebut pada tanggal 20 April.
Namun meskipun ada dorongan perdamaian, kedua belah pihak telah melaporkan serangan yang terus berlanjut.
Skala penuh dari serangan semalam itu tidak segera jelas. Tidak ada komentar langsung dari Rusia.
Kedua belah pihak membantah menargetkan warga sipil dalam perang yang dimulai Rusia dengan invasi skala penuhnya ke Ukraina pada bulan Februari 2022.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Kyiv, wilayah sekitarnya, dan separuh timur Ukraina berada di bawah peringatan serangan udara beberapa jam mulai Ahad malam.