Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

internasional

Sungai Aare Mulai Ramai Pengunjung, Pencarian Anak Ridwan Kamil Terus Lanjut

Bertambahnya pengunjung di Sungai Aare pada musim panas, akan berdampak positif terhadap pencarian anak Ridwan Kamil.

8 Juni 2022 | 21.25 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pencarian anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, yang hilang di sungai Aare, terus dilanjutkan. Hingga Selasa 7 Juni 2022, pencarian sudah mencakup sekitar 30 kilometer wilayah sungai Aare dan Eril belum juga ditemukan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut Keterangan Pers KBRI Bern pada Selasa, setiap harinya metode pencarian Eril disesuaikan dengan kondisi Sungai Aare yang selalu berubah sesuai perkembangan cuaca. Aspek keselamatan seluruh petugas yang terlibat pada misi pencarian juga menjadi bahan pertimbangan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Swiss saat ini sudah memasuki musim panas. Saat cuaca baik, jumlah pengunjung di sungai Aare relatif meningkat. KBRI Bern mencatat, jumlah pengunjung pada 2021 yang beraktivitas di sungai Aare dapat mencapai 18.000 orang dalam satu hari.

"Kepolisian Bern menilai bahwa peningkatan pengunjung akan memberikan dampak positif bagi upaya pencarian," tulis KBRI seperti dikutip Rabu, 8 Juni 2022.

Eril hilang terbawa arus saat berenang di Sungai Aare, Bern, pada Kamis, 26 Mei 2022. Sepekan setelah peristiwa itu, kedua orang tua sudah mengikhlaskan kepergian Eril. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya, juga anak keduanya Zara, sudah pulang ke Bandung karena sang gubernur harus kembali bertugas.

Ridwan Kamil mengatakan pencarian terhadap tubuh Eril tetap dilakukan tanpa ada batasan waktu. Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Hadad menegaskan, KBRI berkoordinasi dengan aparat setempat akan terus memantau upaya pencarian.

Kota Bern telah diprediksi akan diliputi hujan dan badai terutama di daerah pegunungan dalam beberapa hari mendatang, sehingga debit air Aare akan terus meningkat.

Menurut keterangan Polisi Bern yang dikutip KBRI Bern beberapa waktu lalu, proses pencarian Eril terkendala oleh tingkat kekeruhan air yang bersumber dari partikel lelehan salju. Dampak hujan dan badai ditaksir akan sangat mempengaruhi kondisi air di Aare. 

Baca: Pencarian Eril, Debit Air Sungai Aare Diprediksi Meningkat akibat Hujan

DANIEL AHMAD

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus