Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Sutradara Palestina Pemenang Oscar Berbicara di PBB tentang Permukiman Israel

Sutradara Palestina Basel Adra memberikan kesaksian tentang kekejaman pemukiman Israel kepada PBB

4 April 2025 | 09.10 WIB

Basel Adra, sutradara Palestina pemenang Oscar 2025. Wikipedia.org
Perbesar
Basel Adra, sutradara Palestina pemenang Oscar 2025. Wikipedia.org

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Palestina Basel Adra, yang memenangkan Oscar tahun ini karena ikut menyutradarai film dokumenter tentang kekerasan Israel di Tepi Barat, memberikan kesaksiannya di PBB pada Kamis. Seperti dilansir Al Arabiya dan Arab News, ia mengatakan situasinya memburuk meskipun film itu sukses.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Adra diundang untuk berbicara oleh Komite PBB tentang Hak-Hak Rakyat Palestina yang Tidak Dapat Dicabut pada pemutaran filmnya, "No Other Land."

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Film dokumenter ini menceritakan pengungsian paksa warga Palestina oleh pasukan Israel dan pemukim di Masafer Yatta, sebuah daerah yang dinyatakan Israel sebagai zona militer terlarang pada 1980-an.

"Saya ingin dunia tahu bahwa kami hidup di tanah ini, bahwa kami ada, dan melihat apa yang kami hadapi setiap hari, pendudukan brutal ini," kata Adra kepada PBB.

Film ini menggambarkan peristiwa seperti buldoser yang menghancurkan rumah dan sekolah, serta provokasi oleh pemukim Israel terhadap penduduk Palestina, termasuk yang meningkat menjadi kekerasan.

Setelah pertempuran hukum yang berkepanjangan, Mahkamah Agung Israel memutuskan pada 2022 mendukung tentara Israel, mengizinkan pengusiran penduduk dari delapan desa di wilayah tersebut.

"Bahkan setelah memenangkan Oscar, kami kembali ke kenyataan yang sama," kata Adra, menambahkan bahwa situasinya "hanya berubah dari lebih buruk menjadi lebih buruk."

"Hampir setiap hari, ada serangan pemukim di Masafer Yatta dan di seluruh komunitas di seluruh Tepi Barat," ujar Adra.

Pekan lalu, co-sutradara Adra dan sesama warga Palestina, Hamdan Ballal diserang oleh pemukim Israel karena memenangkan Oscar. Ia ditahan oleh polisi Israel karena diklaim "melempar batu" ke arah pemukim Israel yang memukulinya.

Namun, kesaksian sejumlah pihak menyebut Ballal ditangkap ketika sedang dirawat di dalam mobil ambulans karena menderita luka-luka di kepala.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa sejak dimulainya genosida Israel di Gaza – wilayah Palestina yang terpisah – telah terjadi lonjakan serangan oleh pemukim Israel di Tepi Barat.

Diduduki oleh Israel sejak 1967, Tepi Barat adalah rumah bagi sekitar tiga juta warga Palestina, serta hampir setengah juta orang Yahudi Israel yang tinggal di permukiman yang ilegal di bawah hukum internasional.

"No Other Land," meskipun memenangkan Oscar bergengsi, telah berjuang untuk menemukan distribusi di Amerika Serikat, diputar hanya di beberapa bioskop.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus