Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tim Suzuki menyatakan siap melakukan lompatan besar di MotoGP 2022 setelah berlaga di delapan musim sejak 2015 di balap motor bergengsi tersebut.
Manajer teknis tim Suzuki Ecstar Ken Kawauchi menyatakan lompatan besar itu dibutuhkan agar tim Suzuki kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.
"Mesin 2021 kami seimbang dan kompetitif. Penting mengambil langkah besar menuju 2022 untuk mencapai tujuan kami," kata Kawauchi dalam laman resmi tim Suzuki yang dikutip hari ini, Sabtu, 5 Februari 2022.
Balap motor MotoGP 2021 menjadi musim yang berat bagi Suzuki yang gagal menjuarai satu balapan pun. Kondisi serupa pernah dialami Suzuki pada 2018.
Juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir finis peringkat tiga klasemen dengan koleksi 6 podium. Sedangkan pembalap Alex Rins hanya sekali naik mimbar dengan finis peringkat 13 dalam klasemen.
Penampilan Tim Suzuki kala itu diperparah dengan kurangnya pengembangan pada motor balap Suzuki GSX-RR. Berbeda dengan versi 2020 yang membawa Mir merebut gelar juara dunia.
Menjelang tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Jumat lalu, Suzuki meluncurkan livery baru Suzuki GSX-RR 2022. Motor balap itu dihiasi sentuhan warna hitam mendampingi warna biru dan perak yang digunakan pada MotoGP 2021.
"Dengan semua bantuan ahli mesin di Jepang dan Eropa kami merasa telah mencapai hal ini, jadi sekarang saatnya mengujinya di trek dengan para pembalap kami," ucap Kawauchi.
Dia menjelaskan persaingan dalam MotoGP sangatlah ketat melawan banyak pembalap dan tim tangguh. Motor balap Suzuki GSX-RR 2022 yang akan digeber di MotoGP tahun ini memiliki basis yang motor yang dipakai pada MotoGP 2021 namun dengan sejumlah pembaruan yang krusial.
"Khususnya di wilayah performa mesin. Kami ingin mengamankan tempat kami di podium," ucap Kawauchi.
Pembalap Tim Suzuki Joan Mir dan Alex Rins akan kembali menjadi tandem untuk ketiga kalinya sejak membela Suzuki pada 2019.
Tim Suzuki kehilangan manajer tim Davide Brivio yang pindah mengurus tim Alpine di F1 menjelang musim 2021. Posisi tersebut lantas diserahkan kepada Shinichi Sahara, yang juga Project Leader Team Suzuki Ecstar.
Suzuki belum mengungkapkan siapa yang akan menjadi manajer tim pada balap motor MotoGP 2022.
Baca: Harga Terbaru Tiket MotoGP 2022 Mandalika, Komplet!
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini