Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Atlet angkat besi atau biasa disebut lifter dari Indonesia Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali perak di ajang IWF Grand Prix II 2023 Grup B kelas 61 kilogram putra di Doha, Qatar. Dia mencatatkan angka snatch 136 kilogram pada 7 Desember 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Namun, Eko tidak mengambil kesempatan untuk melakukan angkatan clean and jerk. Sementara itu, dalam angkatan snatch, Eko tertinggal satu kilogram dari lifter China Li Fabin yang menjadi pemenang dengan angkatan 137 kilogram.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lalu, apa itu istilah clean and jerk dan snatch?
Istilah clean and jerk dan snatch merupakan istilah yang ada dalam olahraga angkat besi. Kedua istilah itu merujuk pada dua jenis angkatan. Dilansir dari repository.lppm.unila.ac.id, snatch merupakan jenis angkatan langsung tanpa jeda. Dalam snatch, pengangkatan barbel dilakukan dalam satu gerakan tanpa istirahat.
Atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban (barbel) lurus di atas kepala dengan posisi berdiri sempurna selama beberapa detik, hingga juri memberikan isyarat angkatan sah dengan membunyikan bel.
Sebaliknya, clean and jerk dalam olahraga angkat besi melibatkan pengangkatan beban dalam dua tahap. Pertama, barbel diangkat dari lantai sampai batas dada dengan posisi lifter yang jongkok.
Setelah itu, lifter mengambil ancang-ancang untuk mengangkat barbel sampai kedua tangan lifter lurus di atas kepala, dan lifter harus berdiri dengan sempurna selama beberapa detik sampai bel berbunyi.
Kedua jenis angkatan ini dapat dilakukan secara terpisah atau digabung, dan rekor atlet diukur berdasarkan penjumlahan beban maksimal dari total angkatan snatch dan clean and jerk.
Tentang Olahraga Angkat Besi
Berdasarkan artikel ilmiah Analisis Penguasaan Tehnik Dasar Angkatan Snatch Cabang Olahraga Angkat Besi Pada Seuramoe Lifter Club Aceh yang ditulis Riki dkk, angkat besi merupakan olahraga yang bertujuan mengangkat beban berat yang dikenal sebagai barbel.
Istilah "angkat besi" sering digunakan secara informal untuk merujuk pada latihan beban. Dalam dunia angkat besi, organisasi yang mengawasi olahraga ini secara internasional adalah International Weightlifting Federation (IWF). IWF diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan berkantor pusat di Budapest, Hongaria. Organisasi ini memiliki 187 anggota dan didirikan pada 1905.
Di tingkat regional, Asian Weightlifting Federation (AWF) adalah badan yang mengelola olahraga angkat besi di Asia. AWF didirikan pada tahun 1958 dan berkantor pusat di Doha, Qatar. Sementara di Indonesia, olahraga angkat besi dikelola oleh PB PABBSI (Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia). Beberapa atlet angkat besi Indonesia telah meraih prestasi di tingkat internasional dengan meraih berbagai gelar juara.
Sebagai olahraga yang memiliki sejarah panjang dan menunjukkan manifestasi kekuatan manusia secara langsung, angkat berat tidak hanya populer tetapi juga berkembang menjadi cabang olahraga modern pada abad ke-21.
Meskipun terlihat sederhana dengan hanya mengangkat barbel dari lantai ke atas kepala dalam satu atau dua gerakan, angkat berat memerlukan kombinasi tenaga, kecepatan, teknik, konsentrasi, dan waktu yang tepat.
Para atlet angkat besi, atau lifter, terutama di kelas berat super, sering dijuluki sebagai laki-laki dan perempuan Terkuat di Dunia. Namun, jika dilihat dari perbandingan berat badan, lifter kelas teringan sering kali menunjukkan kekuatan yang lebih besar.
Cabang olahraga angkat berat pria sudah menjadi bagian dari program Olimpiade sejak Olimpiade modern pertama di Athena pada 1896, sementara perempuan mulai berpartisipasi pada Olimpiade Sydney 2000.
ANANDA BINTANG I YOLANDA AGNE