Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum Kudus menjadi salah satu kandidat kuat juara di turnamen Djarum Superliga Badminton 2019. Pelatih PB Djarum Christian Hadinata optimistis anak asuhnya bisa mencapai semifinal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut dia, semua tim yang tampil di turnamen dua tahunan tersebut pasti ingin menjadi juara. "Tentu perlu perjuangan (untuk juara). Tapi paling utama fokus pada pembinaan atlet-atlet muda," kata Christian di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
Baca: Bandung Jadi Tuan Rumah Djarum Superliga Badminton 2019
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perhatian terhadap atlet muda ditunjukkan dari daftar pemain yang dibawa Djarum. Pada tim putra semua pemain merupakan atlet binaan Djarum. Sementara di tim putri hanya ada satu pemain asing, yakni Michele Li dari Kanada. "Seperti yang sudah-sudah misi di superliga untuk atlet muda," ucap Christian.
Pada 2017, tim putra Djarum harus mengakui keunggulan Musica Champions. Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya cs menyerah dari lawan di partai final dengan skor 2-3.
Kendati tak banyak diperkuat pemain asing, Christian berharap para pemain mudanya bisa menimba pengalaman sebanyak-banyaknya. Menurut dia, penting bagi pemain muda bertanding dengan pemain yang levelnya lebih tinggi. "Makin berat lawannya makin bagus," ucapnya.
Baca: Djarum Superliga Badminton Sediakan Hadiah Total Rp 4,25 M
Sebanyak 13 tim akan saling berhadapan di Superliga Badminton 2019. Turnamen yang berlangsung pada 18-24 Februari 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung itu memperebutkan total hadiah US$ 300 ribu. Superliga Badminton mengadopsi format Piala Thomas-Uber.
Selain itu, tim yang tampil diperkenankan merekrut pemain asing. Kehadiran pemain asing diharapkan bisa menjadi pengalaman bagi pemain lokal. Beberapa pemain asing yang ikut meramaikan Superliga Badminton diantaranya Lee Yong Dae (Korea Selatan), Vladimir Ivanov (Rusia), Sai Praneeth (India).
ADITYA BUDIMAN