Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Golf Indonesia Open 2018 digelar di Pondok Indah Golf Course Jakarta, 12-15 Juli. Turnamen yang menjadi salah satu seri Asian Tour ini memperebutkan hadiah total sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7,2 miliar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Beberapa nama tenar di kancah golf Asia seperti Panuphol Pittarayat (juara Indonesia Open 2017 dari Thailand), Gaganjeet Bhullar (dua kali juara Indonesia Open dari India), Shiv Kapoor (juara di tiga turnamen Asian Tour 2017 dari India), dan John Catlin dari Amerika Serikat turun bertanding.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Indonesia menurunkan beberapa pegolf andalan seperti George Gandranata dan Rory Hie di kategori pro golf, serta Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Jonathan Wiyono, Almay Rayhan, dan Kevin Caesario Akbar dari kategori amatir.
Indonesia mendapatkan jatah 20 pegolf pro dan 10 pegolf amatir. Total pegolf yang mengikuti turnamen ini adalah 150 pegolf yang datang dari 17 negara.
“Target kita ingin menang, apalagi pegolf Indonesia terakhir yang menang di Indonesia Open adalah Kasiadi di tahun 1989. Tetapi namanya golf, hasilnya akan sulit ditebak,” kata Murdaya Po, Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia (PGI).
“Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang pemanasan bagi pegolf kita sebelum turun di Asian Games 2018. Ada lima pegolf anggota timnas yang turun di sini, jadi Indonesia Open merupakan ajang yang bagus untuk menguji kemampuan. Apalagi golf Asian Games digelar di Pondok Indah,” kata Murdaya menambahkan.
Hadiah Turnamen Golf Indonesia Open 2018 meningkat US$ 200 ribu dibandingkan tahun 2017. Juara tahun ini berhak mendapatkan hadiah US$ 90 ribu atau sekitar Rp 1,3 miliar. Turnamen Golf Indonesia Open sudah digelar sejak tahun 1974.