Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Indonesia

Hasil Final Liga 2: PSIM Yogyakarta Jadi Juara, Kalahkan Bhayangkara FC 2-1 dalam Pertandingan 120 Menit

Laga final Liga 2 PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC sempat terhenti karena hujan deras yang membuat lapangan tergenang air.

26 Februari 2025 | 19.14 WIB

PSIM Yogyakarta. Doc. psimjogja.id.
material-symbols:fullscreenPerbesar
PSIM Yogyakarta. Doc. psimjogja.id.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - PSIM Yogyakarta menjadi juara Liga 2 2024-2025 setelah mengalahkan Bhayangkara FC di final pada Rabu, 26 Februari 2025. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Laskar Mataram menang dengan skor 2-1. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Pertandingan final yang dimulai pukul 15.00 WIB berlangsung sengit. PSIM unggul lebih dulu melalui tendangan bebas yang dilakukan Rafinha pada menit kesembilan. Laga final sempat dihentikan ketika awal babak kedua karena deras membuat lapangan tergenang air. Setelah dua kali 30 menit, pertarungan diputuskan berlanjut. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Duel final dimainkan lagi mulai 17.30 WIB. Bhayangkara menyamakan kedudukan pada menit ke-72 melalui sundulan Felipe Ryan Alves Silva yang memanfaatkan umpan dari Ruben Sanadi. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit pertandingan. 

Laga berlanjut ke babak tambahan waktu 2x15 menit. PSIM bisa mencetak gol keduanya melalui Daniel Rocken Saputra Tampubolon pada menit ke-96. Gol ini menjadi penentu kemenangan Laskar Mataram.

Gelar juara Liga 2 menyempurnakan perjuangan PSIM Yogyakarta musim ini. Mereka akhirnya kembali berlaga di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia setelah 18 tahun.  

PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC yang menjadi runner-up, serta Persijap Jepara yang menjadi tim peringkat ketiga usai mengalahkan PSPS Pekanbaru dalam pertandingan playoff Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah pada Selasa malam WIB, 25 Februari 2025. Gol tunggal di laga itu dicetak oleh bek Leo Lelis pada babak kedua.

Jalannya Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara

Berstatus sebagai tim tuan rumah, PSIM bermain menyerang di awal pertandingan yang dimulai pukul 15.00 WIB. Skuad asuhan Erwan Hendarwanto melakukan upaya mencetak gol dengan melepaskan tembakan, tetapi belum ada yang bisa dioptimalkan menjadi gol. 

Gol terjadi pada menit kesembilan melalui skema bola mati. Rafael de Sa Rodrigues alias Rafinha menjebloskan bola ke gawang Bhayangkara melalui tendangan bebas yang dilakukannya. Bola sepakannya bisa melewati pagar hidup lalu mengarah ke sudut kanan gawang yang tak bisa dihalau kiper Awan Setho. 

Setelah kebobolan, kubu Bhayangkara FC berusaha mencetak gol balasan. Frengky Missa beberapa kali melepaskan tembakan, tetapi masih belum berhasil. Para pemain lini bertahan PSIM bermain solid sehingga menyulitkan pasukan Hanim Sugiarto. Skor 1-0 tetap bertahan hingga jeda turun minum.

Setelah jeda, PSIM melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Pelatih Erwan Hendarwanto memasukkan Ghulam Fatkur Rahman dan Daniel Rocken Tampubolon menggantikan Arif Satyayudha Alkanza dan Sugiyanto Baitul Rohman. 

Pertandingan babak kedua sempat dilanjutkan. Tetapi kurang lebih satu menit berjalan, laga dihentikan sementara. Penyebabnya, kondisi lapangan yang tergenang air karena hujan deras. 

Duel final kembali dilanjutkan pukul 17.30 WIB. Keputusan diambil setelah dua kali penundaan selama 30 menit, ditambah waktu tambahan untuk persiapan. 

Ketika pertandingan dimainkan lagi, Bhayangkara FC memasukkan Sani Rizky Fauzi dan Raheem Nugraha untuk menggantikan Dendy Sulistyawan dan Frengky Missa. Berikutnya, Ilija Spasojevic ditarik keluar dan dimasukkan Fareed Sadat.

Pada menit ke-62, PSIM nyaris menggandakan keunggulan. Setelah menerima umpan dari rekannya dari belakang, Rafinha mengirimkannya ke Daniel Rocken yang bergerak ke depan gawang. Tetapi, Rocken gagal memanfaatkannya. Dia terjatuh sehingga bola lepas dari penguasaannya. 

Masuknya Fareed meningkatkan daya gedor Bhayangkara FC. Akan tetapi, barisan pertahanan PSIM masih tampil solid dan mampu meredam serangan Bhayangkara FC.

Gawang PSIM akhirnya bisa dibobol pada menit ke-72. Felipe Ryan Alves Silva mencetak gol melalui sundulan kepala. Dia melompat untuk menanduk bola umpan yang dikirim oleh Ruben Sanadi, sehingga bola mengarah ke gawang dan tak bisa ditepis kiper Harlan Suardi. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Setelah skor kembali imbang, PSIM berupaya kembali mencetak gol. Tapi, mereka kesulitan. Apalagi, penyerang andalannya, Rafinha, yang sebelumnya sempat mendapat perawatan tim medis karena mengalami cedera seusai terjatuh ketika menggiring bola. Meski tetap bermain, tetapi pergerakannya tidak lagi lincah seperti sebelumnya. 

Pada menit ke-78, Omid Popalzay dan Figo Dennis masuk dari bangku cadangan. Mereka menggantikan Domenico Savio dan Arlyansyah Abdulmanan. 

Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, tetapi tidak ada gol yang terjadi. Skor 1-1 bertahan hingga babak kedua berakhir. Dengan hasil ini, laga dilanjutkan ke babak tambahan. 

Pada tambahan waktu, memasuki menit ke-96, Rocken Tampubolon mencetak gol yang membawa PSIM kembali unggul. Setelah menerima umpan dari Omid Popalzay, dia menusuk ke dalam kotak lalu melepaskan tembakan. 

Bola sepakannya sempat mengenai kaki pemain belakang Bhayangkara sebelum bersarang ke gawang. Gol ini disambut sorak-sorai penonton yang menyaksikan langsung pertandingan di stadion. Kedudukan menjadi 2-1 bertahan hingga tambahan waktu 15 menit pertama berakhir. 

Di pertandingan 15 menit kedua, Bhayangkara tak mengendurkan serangannya. Mereka berupaya menekan barisan pertahanan PSIM. Salah satu peluang emas mereka dapatkan pada menit ke-114. Mufdi Iskandar mendapatkan kesempatan mencetak gol. 

Saat itu, Mufdi yang berada di depan gawang melakukan tembakan setelah mendapatkan umpan dari Fareed Sadat. Namun, bola sepakannya ke gawang bisa ditepis kiper Harlan Suardi. Ini menjadi penyelamatan krusial di pertandingan ini. 

PSIM berhasil mempertahankan keunggulannya hingga laga berakhir. Berulang kali kiper Harlan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan untuk kedua kalinya.

Kemenangan PSIM Yogyakarta di final Liga 2 disambut meriah pendukung PSIM yang memenuhi Stadion Manahan, Solo. Para pendukung bernyanyi bersama usai laga merayakan keberhasilan tim kesayangannya menjadi pemenang yang sekaligus mengantarkan tim berjuluk Laskar Mataram ini promosi ke Liga 1 musim 2025-2026.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus