Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Inggris

Lawan Bournemouth, Perjuangan Terakhir Everton Perpanjang Rekor Tak Terdegradasi di Liga Inggris

Everton tak pernah terdegradasi dari kompetisi level tertinggi selama 69 tahun.

24 Mei 2023 | 18.32 WIB

Suporter Everton. REUTERS
Perbesar
Suporter Everton. REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Everton memasuki pertandingan terakhir mereka di kandang melawan Bournemouth pada pekan terakhir Liga Inggris pada Ahad, 28 Mei 2023. Mereka tampil dalam kondisi yang kurang menguntungkan, hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kemenangan di Goodison Park akan memastikan musim ke-121 bagi Everton di kompetisi papan atas sejak Liga Sepak Bola Inggris dibentuk pada 1888, rekor yang tak tertandingi di mana pun di dunia. Hasil imbang atau bahkan kekalahan akan membuat Everton tetap aman, jika pada saat yang sama Leicester City dan Leeds United gagal mengalahkan West Ham United dan Tottenham Hotspur.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Klub yang tak pernah terdegradasi sejak Liga Premier dibentuk pada 20 Februari 1992 itu menempati peringkat ke-17 klasemen dengan 33 poin, unggul dua poin dari Leicester City dan Leeds United yang berada di peringkat ke-18 dan ke-19. 

Ini merupakan poin terendah di zona degradasi. Total poin terendah sebelumnya adalah 34 yang diraih West Bromwich Albion pada 2005, tetapi penggemar Everton tidak akan peduli tentang hal itu jika mereka bertahan, setelah menghindari bahaya penurunan hanya pada akhir pekan terakhir tahun lalu.

Hal-hal tampak suram lagi musim ini karena masuknya Sean Dyche menggantikan Frank Lampard yang dipecat hanya membawa sedikit perubahan sampai kemenangan 5-1 yang menakjubkan di Brighton & Hove Albion dua pekan lalu yang mengubah klasemen liga.

Gol penyama kedudukan pada menit ke-90+9 dalam hasil imbang 1-1 di Wolverhampton Wanderers pada Sabtu lalu memberikan suntikan kepercayaan besar-besaran dan membuat mereka sedikit menjauh dari zona degradasi.

Satu-satunya masalah yang dihadapi Everton adalah cederanya striker Dominic Calvert-Lewin, yang melewatkan sebagian besar musim ini. Kembalinya dia ke lapangan yang singkat bertepatan dengan kebangkitan Everton karena mereka akhirnya memiliki titik fokus dalam serangan dan para penggemar akan berdoa agar dia dapat pulih dari cedera hamstring untuk pertandingan terakhir.

Selanjutnya, tidak pernah terdegradasi selama 69 tahun…

Sebagai anggota pendiri liga pada 1888, Everton hanya menghabiskan empat musim di luar kasta tertinggi—musim 1930-31 dan tiga musim di awal 1950-an. Rekor tak terputus mereka selama 69 tahun sejak 1954 berada di urutan kedua setelah Arsenal (1919) tetapi gelar terakhir dari sembilan gelar liga datang pada tahun 1987 dan trofi terakhir mereka adalah Piala FA kelima 28 tahun lalu.

Everton meraih kesuksesan di pertengahan 1980-an dengan menjuarai divisi satu (sekarang Liga Premier) musim 1984-1985 dan 1986-1987, Piala Winners (1984-1985), serta Piala FA (1983-1984 dan 1994-1995). 

Namun, baru-baru ini, klub-klub seperti Bournemouth, Brentford, dan Brighton, yang selama lebih dari satu abad jauh dari sorotan, tiba-tiba mengejar dan dengan cepat menyusul Everton.

Sejak Farhad Moshiri membeli klub enam tahun lalu, lebih dari 700 juta pound atau sekitar Rp 12,9 triliun telah dihabiskan untuk membeli pemain dengan hasil yang sangat buruk. Pengeluaran serupa terjadi untuk stadion baru.

REUTERS

Ingin lebih terhubung dan berdiskusi langsung dengan redaksi Bola dan Sport? Mari bergabung di grup Telegram Olahraga Tempo. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Sapto Yunus

Sapto Yunus

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus