DUA lagu Setiawan Djody: Suara Keringat Jalanan dan Anjing Malam dilarang ditayangkan di TVRI. Menurut Djody, alasan pihak TVRI karena syair lagu itu kelewat nakal. Tentu saja ia tak puas, walau kata dia album itu sudah laku 80.000 kopi. ''Saya kan tidak cuma pengin kaset saya dibeli. Saya ingin kesaksian saya atas keresahan orangorang di jalanan didengar,'' kata Djody. Lagu Suara Keringat Jalanan, misalnya, bertutur soal UU Lalu Lintas. Djody mengaku setuju UU itu, cuma ia mempertanyakan bisakah denda kelewat gede itu dimusyawarahkan. Menurut pengusaha tangker ini, lagu tersebut baru bisa ditayangkan asal ada rekomendasi Menteri Penerangan. ''Kok, paternalistik banget. Dikitdikit menteri, lha kapan majunya TVRI,'' kata Djody. Bagaimana versi TVRI? ''Kami ini instansi Pemerintah. Masa, mesti mengkritik Pemerintah?'' Ini jawaban Halim Nasir, Kepala Stasiun TVRI Jakarta. UU itu, kata Halim, telah diputus Pemerintah, masa TVRI malah memutar lagu yang bernada tidak setuju. Tentu bisa membingungkan masyarakat. Jadi? ''Pendeknya, TVRI tidak ingin mengekspos halhal yang bisa bikin panas kuping pihak lain,'' kata Halim. Selain itu, ia tak yakin anak buahnya menyuruh Djody minta rekomendasi menteri. ''Kalau sedikitsedikit menteri, lha kerja kami ini apa?'' katanya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini