Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dari sekian banyak merek teh pelangsing yang ada, hanya sebagian kecil yang sudah terdaftar secara resmi di BPOM. Teh yang sudah terdaftar tersebut biasanya pun tidak memberikan janji yang begitu bombastis. Jadi, jika Anda menemui merek teh pelangsing yang khasiatnya seolah begitu manjur, sebaiknya lebih berhati-hati.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hingga saat ini, belum ada bukti atau penelitian sahih yang membuktikan bahwa teh pelangsing memang benar-benar efektif untuk turunkan berat badan. Dua bahan yang umumnya terdapat di dalam teh pelangsing, yaitu kafein dan senna, bukanlah bahan yang tepat untuk menurunkan berat badan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kafein memang bersifat diuretik. Artinya, Anda akan jadi lebih mudah buang air ketika mengonsumsinya. Namun perlu diingat, bahwa yang keluar saat Anda buang air kecil dan besar, hanyalah air, bukan lemak. Sehingga, hal ini tidak akan secara signifikan membantu proses diet Anda. Selain itu, senna merupakan bahan yang dipercaya dapat memicu iritasi di usus besar. Sama seperti kafein, bahan ini juga bersifat laksatif atau pencahar. Artinya, akan memicu Anda untuk buang air besar terus-menerus.
Tak hanya kafein dan bahan herbal seperti senna, beberapa teh pelangsing bahkan juga mengandung bahan kimia ilegal seperti ephdera. Campuran yang ada di teh pelangsing, memang dirancang untuk bisa membuat Anda merasa lebih berenergi dan sering buang air sehingga saat ditimbang, berat badan terbaca telah turun.
Cara menurunkan berat badan yang paling efektif memang dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat serta bergizi seimbang. Jangan mudah percaya janji hasil instan yang diberikan oleh beberapa merek teh pelangsing.
Berikut ini beberapa efek samping mengkonsumsi teh pelangsing
1. Diare
Senna, bahan herbal yang kerap digunakan untuk membuat teh pelangsing adalah bahan bersifat laksatif yang biasanya digunakan untuk mengatasi konstipasi. Mengonsumsi bahan ini dalam jumlah kecil, dianggap masih aman. Sebaliknya, jika dikonsumsi berlebihan, teh pelangsing bisa menimbulkan berbagai efek samping, seperti diare.
Diare mungkin terdengar ringan di telinga Anda. Namun saat diet dan membatasi makan serta minum, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi dehidrasi parah. Selain itu, mengonsumsi laksatif dalam jangka waktu yang lama juga akan membuat sistem pencernaan Anda ketagihan. Anda akan sulit buang air tanpa minum laksatif terlebih dahulu.
2. Gangguan di perut
Efek samping teh pelangsing memang umumnya tidak jauh-jauh dari gangguan di perut. Selain menimbulkan rasa sakit, minuman ini juga berisiko menimbulkan kram perut, kembung, dan mual. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar kafein dan laksatif yang ada di dalam teh pelangsing. Bahan tersebut bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dari yang seharusnya.
3. Ketidakseimbangan elektrolit
Bolak-balik buang air, bisa menyebabkan elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida yang ada di tubuh menjadi tidak seimbang. Padahal, elektrolit dibutuhkan agar otot bisa berfungsi dengan baik. Ketidakseimbangan elektrolit bisa memicu terjadinya kram otot dan gangguan irama jantung.
4. Siklus tidur terganggu
Seperti yang kita tahu, kafein bisa membuat kita terjaga semalaman. Tentu, hal ini akan mengganggu siklus tidur Anda. Padahal, tidur yang cukup sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
5. Interaksi dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi
Teh pelangsing yang menyebabkan diare, juga bisa mengurangi efektivitas pil kontrasepsi. Sebab, saat mengalami gangguan tersebut, usus menjadi sulit menyerap pil dengan efektif.
6. Efek samping kafein berlebih
Kandungan kafein yang ada di dalam teh pelangsing, apabila dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu terjadinya berbagai efek samping seperti jantung berdebar kencang, pusing, gangguan kecemasan, mudah marah, telinga berdenging, napas tersengal-sengal, tidak tenang dan gugup.
7. Penyerapan nutrisi di tubuh jadi tidak maksimal
Teh pelangsing membuat Anda mau tidak mau harus bolak-balik ke kamar kecil. Hal ini menandakan bahwa tubuh tak memiliki cukup waktu untuk menyerap vitamin dan mineral dari makanan serta minuman yang dikonsumsi.Tentu, hal ini merugikan untuk kesehatan Anda.