Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Digital

Aplikasi Manfaatkan Data Pribadi Pengguna, Facebook dan Instagram Teratas

Layanan penyimpanan pCloud mencatat ada sekitar 52 persen aplikasi yang diujinya terbukti membagikan data pribadi pengguna ke pihak ketiga.

15 Maret 2021 | 12.45 WIB

Ilustrasi data pribadi (antara/shutterstock)
Perbesar
Ilustrasi data pribadi (antara/shutterstock)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPOCO, Jakarta - Data pribadi adalah salah satu aset paling berharga. Sayangnya terkadang, data pribadi dapat bocor atau ditambang melalui cara yang tidak disadari. Layanan penyimpanan cloud pCloud mencatat ada sekitar 52 persen aplikasi yang diujinya terbukti membagikan informasi rahasia pengguna kepada pihak ketiga untuk iklan bertarget.

Dikutip dari Komando.com, 14 Maret 2021, Apple mengharuskan semua aplikasi yang ada di App Store untuk mendapatkan izin dari pengguna jika ingin berbagi data di seluruh aplikasi. Dengan mempertimbangkan kebijakan privasi Apple yang diperbarui, pCloud melakukan penggalian untuk menentukan bagaimana aplikasi menggunakan data pribadi pengguna dan ke mana perginya informasi tersebut.

Bahkan, meskipun dapat mencabut akses aplikasi, sering kali semua fungsi perangkat diminta untuk tetap berfungsi. Berikut data lengkap dari pCloud mengenai aplikasi yang mengumpulkan dan membagikan data:

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini



Aplikasi yang berbagi data terbanyak dengan pihak ketiga 

Tidak heran jika media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube mengumpulkan sebagian besar informasi penggunanya. Namun, dalam banyak kasus pengguna bersedia memberikan informasi secara sukarela demi mendapatkan layanan aplikasi mereka. Berikut 10 aplikasi teratas yang membagikan paling banyak informasi pengguna: 

• Instagram (79 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• Facebook (57 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• LinkedIn (50 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• Uber Eats (50 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• Trainline (43 persen dari data pribadi dikumpulkan)
• YouTube (43 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• YouTube Music (43 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• Deliveroo (36 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• Duolingo (36 persen dari data pribadi dikumpulkan) 
• eBay (36 persen dari data pribadi dikumpulkan) 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

PCloud mencatat Instagram secara mengejutkan membagikan 79 persen data dengan perusahaan lain, mulai dari informasi pembelian, data pribadi, dan riwayat penjelajahan. Tidak heran ada begitu banyak konten yang dipromosikan di feed penggunanya.

Namun, aplikasi yang berbagi sejumlah besar data penggunanya itu bukan berarti  karena alasan jahat. Dalam kebanyakan kasus, data pengguna diteruskan ke pihak ketiga yang hanya terkait dengan aplikasi. 



Aplikasi yang mengumpulkan data untuk keuntungan mereka

Berbicara tentang Facebook dan Instagram, mereka juga berada di urutan teratas dalam daftar mengumpulkan informasi pengguna untuk keuntungan mereka. Ini dilakukan karena beberapa alasan, tapi yang paling umum adalah untuk menayangkan iklan kepada penggunanya. 

Dalam kasus lain, data yang dikumpulkan aplikasi adalah untuk keuntungan pengguna, misalnya menerima kupon diskon pada hari ulang tahun. Atau aplikasi menyimpan info itu untuk mengirimi penggunanya kode, yang bisa digunakan untuk belanja, dan sebagainya.

10 aplikasi teratas yang mengumpulkan data untuk keuntungan mereka: 

• Facebook 
• Instagram 
• Klarna 
• Grubhub 
• Uber 
• Uber Eats 
• eBay 
• Just Eat
• LinkedIn 
• Twitter 

Aplikasi yang melacak data pengguna

Selain mengumpulkan data dan membagikannya ke pihak ketiga, beberapa aplikasi juga telah melacak data penggunannya.

Baca juga:
Pendaftaran UTBK SBMPTN Mulai Hari Ini, Peserta SNMPTN Diimbau Tunggu Hasil

10 aplikasi teratas yang melacak data pribadi:

• Instagram (62 persen dari data pribadi dilacak) 
• Facebook (55 persen dari data pribadi dilacak) 
• Uber Eats (50 persen dari data pribadi dilacak) 
• Trainline (43 persen dari data pribadi dilacak) 
• eBay (40 persen dari data pribadi dilacak) 
• LinkedIn (40 persen dari data pribadi dilacak) 
• Twitter (40 persen dari data pribadi dilacak) 
• YouTube (36 persen dari data pribadi dilacak) 
• YouTube Music (36 v dari data pribadi dilacak) 
• Grubhub (36 persen dari data pribadi dilacak) 

PCLOUD | KOMANDO

Zacharias Wuragil

Zacharias Wuragil

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus