Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Maret 2025. "Hari ini Indonesia memiliki kawasan yang kita harapkan bisa jadi Shenzhen-nya Indonesia, insyaallah,” kata Prabowo dalam sambutan peresmian, dikutip dari keterangan resmi Istana Kepresidenan, 20 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Peresmian yang digelar langsung di Batang, Jawa Tengah itu juga dihadiri oleh Duta Besar Cina untuk Indonesia Wang Lutong, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Ngurah Wirawan. Lantas apa itu KEK Industropolis Batang? Berikut lengkapnya
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Profil KEK Industropolis Batang
Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang merupakan nama baru dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai dibangun sejak 2020 dan diresmikan oleh Presiden ke 7 Joko Widodo pada Juli 2024 lalu.
Proyek pengembangan KIT Batang atau Grand Batang City dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang yang tergabung dalam konsorsium BUMN, yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) yang bergerak di bidang jasa konstruksi, real estate (developer), properti, dan investasi di bidang infrastruktur dan energi bersama dengan perusahaan BUMN, serta lembaga pemerintahan.
Kawasan seluas 4.300 hektare ini merupakan KEK terbesar yang dimiliki Indonesia di tengah keberadaan KEK swasta lain. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan nilai investasi pemerintah untuk membangun kawasan ini mencapai RP 4 triliun. Airlangga menyebut sebanyak 27 pabrik bakal beroperasi di KEK batang ini, 7 pabrik sudah beroperasi, 7 pabrik sedang konstruksi, dan 13 pabrik dalam persiapan.
Adapun KEK, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2021, pemberian status KEK artinya menawarkan keuntungan dengan pemberian fasilitas dan kemudahan ultimate bagi para investor, yaitu fasilitas fiskal dan non-fiskal berupa perpajakan, kepabeanan, dan cukai; lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha; dan/atau fasilitas dan kemudahan lainnya.
Dengan pemberian status itu, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan KEK Batang bisa menjadi seperti Shenzhen, Cina. Shenzhen ialah pusat bisnis dan industri Tiongkok yang menggaet banyak investor dalam pembangunannya. Kini, Shenzhen menjadi pusat teknologi terkemuka di dunia. Beberapa teknologi global yang berada di kota ini yaitu Huawei, perusahaan konglomerasi teknologi Tencent, dan pembuat drone DJI.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan nilai investasi di KEK Industropolis Batang dalam 5 tahun ke depan mencapai Rp 75,8 Triliun. Adapun target jumlah tenaga kerja yang diserap sejumlah 58.145 orang.
Teranyar, pemerintah Indonesia melalui PT KITB resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan BUMN Cina, yakni China State Construction Engineering Cooperation. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kerangka kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan proyeksi investasi Rp 60 triliun.
Lebih lanjut, lini bisnis yang diproyeksikan bergabung dalam proyek TCTP meliputi berbagai sektor. Seperti perbankan dan keuangan, infrastruktur dan logistik, energi, otomotif, baterai agrikultur, telekomunikasi, elektronik, dan perawatan-perbaikan-pemeriksaan penerbangan.
Eka Yudha berkontribusi dalam penulisan artikel ini