Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Donald Trump menerapkan tarif resiprokal untuk negara mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Indonesia.
Para eksportir Indonesia akan terkena dampak langsung dengan menurunkan order barang.
Asosiasi Pengusaha Indonesia merekomendasikan empat cara mencegah dampak mendalam terhadap neraca perdagangan.
PRESIDEN Donald Trump mengumumkan tarif impor baru untuk barang dari sejumlah negara mitra dagang Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat, 2 April 2025. Tarifnya bervariasi. Untuk Indonesia sebesar 32 persen, Cina 34 persen, dan Vietnam 46 persen. Tarif dagang tersebut akan berlaku mulai 9 April 2025.
Trump mengatakan tarif ini merupakan timbal balik atau reciprocal tariff. Tarif yang ia kenakan merupakan balasan terhadap mitra dagang Amerika Serikat yang memiliki surplus perdagangan. Sebab, Amerika justru mengalami defisit neraca perdagangan dengan para mitra dagang tersebut.
Dalam konteks Indonesia, misalnya, Trump mengklaim tarif atau hambatan yang dikenakan Indonesia terhadap produk dari Amerika mencapai 64 persen. Ia mengatakan bisa saja menerapkan tarif balasan sama besar, tapi memilih memangkas besarannya hanya 32 persen.
"Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan para mitra dagang menjadi tidak seimbang, terutama dalam beberapa tahun terakhir," ujar Trump seperti dilansir situs web Istana Kepresidenan Amerika Serikat, The White House.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo