Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat sejumlah kereta batal berangkat, terlambat, hingga terpaksa mengambil rute memutar akibat longsor yang terjadi di tiga lokasi akibat di antara Stasiun Sukatani dan Stasiun Ciganea di Purwakarta kemarin, Jumat, 5 Mei 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan baik yang perjalanannya mengalami keterlambatan, maupun yang perjalanannya dibatalkan," kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung Mahendro Trang Bawono, dikutip dari keterangannya, Sabtu, 6 Mei 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejumlah kereta yang mengalami keterlambatan, dibatalkan, hingga melanjutkan perjalanan dengan memutar. Adapun kereta yang mengalami keterlambatan yakni KA Argo Parahyangan (KA 53) relasi Bandung-Gambir mengalami kelambatan 264 menit serta KA Argo Parahyangan (KA 42) relasi Gambir-Bandung mengalami kelambatan 295 menit. Satu perjalanan kereta dibatalkan yakni KA Argo Parahyangan (KA 35) relasi Bandung-Gambir.
Sejumlah kereta lainnya melanjutkan perjalanan dengan memutar. Yakni KA Harina (KA 123) relasi Surabaya Pasar Turi-Bandung memutar lewat Cirebon-Kroya, KA Harina (KA 125) relasi Bandung-Pasar Turi memutar lewat Kroya, KA Serayu Malam (KA 306) relasi Pasar Senen-Purwakarta memutar lewat Cikampek-Purwokerto, KA Serayu Malam (KA 305) Serayu Malam relasi Purwokerto-Pasar Senen memutar lewat Cirebon, KA Cikuray (KA 7048) relasi Pasar Senen-Garut memutar lewat Purwakarta-Cikampek-Kroya, serta KA Ciremai (KA 145) relasi Semarang Tawang-Bandung memutar kembali dari Cirebon-Banjar-Tasikmalaya.
PT KAI memberikan kompensasi pengembalian bea tiket 100 persen bagi pengguna kereta yang membatalkan perjalanannya akibat longsor tersebut.
Longsor terjadi pada Jumat, 5 Mei 2023, akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hari yang menyebabkan longsor di tiga titik yakni di jalur kereta KM 111+400, KM 111+200, dan KM111+100. Longsor terparah terjadi di titik terakhir yakni tanah setinggi 3 meter dengan panjang 20 meter menutupi rel kereta sehingga tidak bisa dilewati.
Saat ini jalur kereta yang tertimpa longsoran di antara Stasiun Sukatani dan Stasiun Ciganea sudah bisa dilalui kereta. Kendati demikian, kereta yang melintas masih dilakukan pembatasan kecepatan.
Selanjutnya: PT KAI Daop 2 meminta maaf
Adapun kereta pertama yang melintas adalah KA Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir yang melintasi area longsoran pukul 06.36 WIB. Selanjutnya KA Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung yang melintas di area longsoran tersebut pukul 07.02 WIB. Kedua kereta berjalan di jalur huku dikarenakan jalur hilir masih dalam proses pembersihan material longsoran.
“Daop 2 Bandung saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan jalur KA di lokasi tersebut, sehingga dapat dilalui KA dengan kecepatan normal,” kata Mahendro.
PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf pada seluruh pengguna kereta yang terganggu perjalanannya akibat terjadinya longsor tersebut.
“Kami atas nama Manajemen KAI mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan KA akibat adanya gangguan alam berupa longsor. Semoga gangguan alam ini segera teratasi agar jalur yang terdampak serta perjalanan KA dapat beroperasi kembali normal dan lancar,” kata Mahendro.
Pilihan Editor: Longsor di 3 Titik, Rute Kereta Bandung-Jakarta Terganggu
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.