Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Viral Daging Gelembung Putih Sebelum Idul Adha 2018 di Bojonegoro

Terkait viral soal daging gelembung putih menjelang Idul Adha 2018, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, menurunkan 12 dokter hewan dan mantri hewan.

20 Agustus 2018 | 16.25 WIB

Ilustrasi seekor sapi. wikipedia.org
Perbesar
Ilustrasi seekor sapi. wikipedia.org

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bojonegoro - Terkait viral soal daging gelembung putih menjelang Idul Adha 2018, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menurunkan 12 dokter hewan dan mantri hewan ke 28 kecamatan di daerah ini.

Baca juga: Idul Adha 2018, Beda Anies dan Anak Buah Soal Lapak Hewan Kurban

Mereka terjun ke lapangan dalam satu pekan ini mengecek hewan kurban, terutama sapi. ”Jangan khawatir, kami sudah cek itu. Semoga aman," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Ardiono Purwanto pada Tempo Senin 20 Agustus 2018.

Ardiono mengatakan, tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebut, isu daging gelembung putih pada sapi, sudah ramai diperbincangkan satu pekan ini. Begitu ada kasus itu viral di group WhatsApp, Dinas Peternakan dan Perikanan langsung mengecek ke lapangan. Mulai dari pasar-pasar hewan yang tersebar di kecamatan, hingga di lokasi penjualan hewan ternak untuk kurban.

Dia mencontohkan, Pasar Hewan Kota Bojonegoro, kemudian Pasar Hewan Kecamatan Padangan, Pasar Hewan Kecamatan Kalitidu, Pasar Hewan Sumberejo, dan Baureno. Pasar-pasar tersebut didatangi dokter hewan dan Mantri Hewan. Selain itu, tempat pemotongan hewan seperti di Pasar Besar Kota Bojonegoro dan Pemtongan Hewan di Sumberjo, dicek. Para mantri hewan yang berjumlah 28 orang, bertanggung jawab atas hewan- kurban yang berada di 28 kecamatan di Bojonegoro. Jadi, satu mantri bertanggung jawab atas satu kecamatan.

Para mantri hewan itu, lanjut Ardiono, melaporkan pengecekan hewan kepada 12 dokter hewan di Bojonegoro. Termasuk juga pengecekan ke sejumlah peternakan di beberapa kecamatan penghasil sapi dan kambing untuk kurban. Di antaranya Kecamatan Kasiman, Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Padangan, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Lasem.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebutkan, populasi ternak sapi di kabupaten ini pada 2017 sebanyak 201.750 ekor. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 81.000 ekor sapi betina usia produktif. Sedangkan areal peternakan sapi di Bojonegoro menyebar di beberapa kecamatan terutama di bagian barat. Seperti Kecamatan Tambakrejo, Kasiman, Ngraho, Malo dan juga di Padangan.

Kabupaten Bojonegoro juga mengembangkan Sekolah Peternakan Sapi atau SPR di empat kecamatan yang dirintis 2014 lalu. Sekolah ini ada di Kecamatan Kedungadem, Temayang, Kasiman dan Tambakrejo. Pengembangannya langsung dibimbing Direktorat Jenderak Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Lembaga itu diproyeksikan sebagai percontohan pengembangan sapi di Tanah Air.

Seperti diketahui menjelang Idul Adha 2018, beredar pesan berantai melalui WhatsApp tentang informasi dari dokter yang menyatakan bahwa daging dengan gelembung putih sangat berbahaya karena terserang penyakit Tuberculosis (TB) hewan.

Guru Besar Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana I Wayan Suardana memberikan klarifikasi terkait informasi viral menjelang Idul Adha 2018. "Itu bukan TB, itu cysta cacing pita, bahaya juga karena zoonosis atau infeksi yang ditularkan antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya, tapi bukan TB," ujar Suardana saat dihubungi Tempo akhir pekan lalu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus