Foto

Menjelajah Sumenep: Wisata Alam, Budaya, dan Kuliner yang Memikat

3 April 2025 | 14.00 WIB

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389261/1389261_720.jpg
Perbesar
Foto 1 dari 6

Bagi pecinta wisata ekologi, Wisata Mangrove Kedatim di Dusun Ro’soro, Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Dengan tiket masuk hanya Rp10.000, wisatawan bisa menjelajahi keasrian hutan mangrove, melintasi jembatan kayu yang Instagramable, dan mempelajari ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Dok. Pemkab Sumenep

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389260/1389260_720.jpg
Perbesar
Foto 2 dari 6

Tak kalah menarik, Pantai Sembilan di Giligenteng menghadirkan pengalaman wisata bahari yang lebih dinamis. Dengan tiket masuk Rp15.000, wisatawan dapat menikmati air laut yang jernih serta berbagai aktivitas seru seperti banana boat dan kano. Destinasi ini menjadi favorit bagi para pencinta wisata pantai yang ingin menikmati keindahan laut Madura dengan cara yang lebih berpetualang. Dok. Pemkab Sumenep

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389265/1389265_720.jpg
Perbesar
Foto 3 dari 6

Selain itu, Museum Keraton Sumenep di Jalan Dr. Sutomo No.6 menyimpan koleksi sejarah Kerajaan Sumenep sejak abad ke-18. Museum ini menghadirkan berbagai artefak berharga, termasuk koleksi keris, perhiasan kerajaan, serta peninggalan lainnya yang menggambarkan kejayaan masa lalu. Tempat ini menjadi destinasi wajib bagi para pecinta sejarah yang ingin memahami lebih dalam tentang budaya Madura. Dok. Pemkab Sumenep

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389263/1389263_720.jpg
Perbesar
Foto 4 dari 6

Sumenep juga kaya akan warisan budaya dan sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Tugu Keris Sumenep, ikon budaya setinggi 17 meter yang berdiri megah di Desa Serdang, Kecamatan Pragaan, menjadi simbol keberanian dan kehormatan masyarakat Madura. Di sekelilingnya, tersedia rest area serta pusat kuliner khas yang menggoda selera, seperti sate Madura yang terkenal dengan cita rasanya yang khas. Dok. Pemkab Sumenep

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389266/1389266_720.jpg
Perbesar
Foto 5 dari 6

Tak jauh dari sana, Benteng Kalimo’ok di Kecamatan Kalianget berdiri sebagai saksi bisu kejayaan Sumenep di masa lampau. Dengan arsitektur unik dan taman asri, benteng ini menawarkan suasana edukatif yang cocok untuk wisata keluarga. Pemkab Sumenep

https://statik.tempo.co/data/2025/04/03/id_1389267/1389267_720.jpg
Perbesar
Foto 6 dari 6

Perjalanan ke Sumenep belum lengkap tanpa mencicipi kelezatan kuliner khasnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Ayam Bumbu Hitam, hidangan yang telah melegenda sejak 1969. Dengan bumbu hitam pekat yang kaya akan rempah, ayam ini menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.     Selain Ayam Bumbu Hitam, wisatawan juga bisa menikmati aneka hidangan khas lainnya, seperti sate Madura yang tersedia di berbagai sudut kota, serta kuliner tradisional lainnya yang mencerminkan kekayaan rasa dari tanah Madura.     Dengan segala pesona alam, budaya, dan kuliner yang dimilikinya, Sumenep adalah destinasi yang menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Baik untuk petualangan, eksplorasi sejarah, maupun wisata kuliner, kota ini selalu punya sesuatu yang istimewa bagi setiap pengunjung. Dok. Pemkab Sumenep

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus