Shinatria Adhityatama terpilih menjadi salah satu tokoh Edisi Khusus Generasi Inspiratif 17 Agustus Tempo.co. Pria 29 tahun ini adalah arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) yang menjadi salah satu pelopor di bidang arkeologi maritim. TEMPO/Rere Khairiyah
Shinatria Adhityatama memiliki segudang prestasi. Sebut saja: penemuan kapal selam Nazi di Laut Jawa, kapal perang HMAS Perth milik Australia di Selat Sunda, dan kapal kuno dari abad ke-5 di perairan Kepulauan Riau. TEMPO/Rere Khairiyah
Shinatria Adhityatama dalam survei penelitian tentang pelayaran rempah di Hitu, 25 kilometer dari Kota Ambon. Selain kapal selam Nazi, dia juga menjadi anggota tim yang mengungkap Kapal HMAS Perth, kapal perang Australia yang tenggelam dalam pertarungan laut dengan armada Jepang pada 1 Maret 1942. TEMPO/Rere Khairiyah
Tengkorak yang ditemukan Shinatria Adhityatama bersama tim dalam survey penelitian di puncak desa Waiputi, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku tengah. Dari kegiatan arkeologi maritimnya selama ini, Adit telah menelurkan setidaknya 12 publikasi ilmiah. TEMPO/Rere Khairiyah
Mimpi besar Shinatria Adhityatama jadi salah satu orang yang menemukan kapal-kapal bersejarah yang tenggelam di perairan Nusantara, seperti Kapal Enrak dan Kapal Trinidad milik Ferdinand Magellan. Ia berharap hasil studi bersama timnya ini bisa mengungkap sejarah baru Indonesia. TEMPO/Rere Khairiyah
Shinatria Adhityatama dalam penemuan kapal Jerman milik Nazi di perairan laut Jawa pada 2013. Olahraga menyelam ia geluti sejak duduk di bangku SMA, dan telah dua sertifikat scuba divers dari Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS). Pertama, dua bintang (advance) scuba divers atas jam selamnya yang sudah 400 kali. Kedua, sertifikat selam khusus deep dive dan navigasi. Dok. Pribadi