Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, banyak orang yang merasakan perubahan signifikan dalam pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Meskipun puasa membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan spiritual, kembali ke rutinitas normal setelah Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dokter spesialis penyakit dalam, Harus Hudari, mengatakan, setelah Ramadan, tubuh akan mengalami perubahan terutama dalam pola makan. Jika pada saat Ramadan tubuh terbiasa untuk makan sahur kemudian menahannya hingga berbuka, setelah selesai Ramadan, tubuh akan ke kebiasaan makan normal, sehingga perlu menyesuaikan lagi, terutama pada jam makan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Adanya perubahan pola makan. Ini bisa yang berdampak pada kesehatan di jangka pendek maupun di jangka panjang, juga timbulnya risiko penyakit karena konsumsi yang berlebihan terutama setelah Ramadhan,” kata dia, Sabtu, 29 Maret 2025, seperti dikutip dari Antara.
Karena itu, perlunya diperhatikan secara khusus dalam perubahan yang dialami oleh tubuh setelah berpuasa Ramadan, terutama pola makan, agar tubuh tetap sehat bugar. Berikut sederet tips untuk menjaga kesehatan dan mengembalikan pola hidup setelah Ramadan.
1. Atur Pola Makan dengan Gizi Seimbang
Setelah Ramadan, penting untuk kembali mengatur pola makan dengan komposisi gizi yang seimbang. Dilansir dari laman Universitas Airlangga, menghindari konsumsi makanan berlemak, berminyak, dan tinggi gula yang sering dikonsumsi saat Lebaran dapat menjadi salah satu cara dalam mengatur pola makan.
Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan atau camilan yang rendah kalori tetapi kaya serat, seperti sayur dan buah. Lalu, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, lemak baik, vitamin, mineral, serat, dan cukup air untuk menjaga gizi seimbang.
2. Perbaiki Pola Tidur
Selama berpuasa, tidak hanya pola makan yang berubah tetapi pola tidur juga ikut berubah, sebab harus bangun pagi untuk sahur. Tapi, setelah Lebaran, penting untuk menjaga pola tidur guna memastikan jam tidur terpenuhi. Dikutip dari laman Siloam Hospitals, salah satu tips menjaga kesehatan setelah Ramadan adalah dengan mencukupi jam tidur, setidaknya tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Tidur yang cukup dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Setelah Lebaran, penting untuk memperbaiki cara kita minum agar tubuh mendapatkan cukup cairan. Caranya adalah dengan meningkatkan konsumsi air putih, minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas sehari. Selain itu, sebaiknya batasi juga minuman yang mengandung gula atau pemanis buatan.
4. Kembali ke Rutinitas Olahraga
Aktivitas fisik sering kali berkurang selama Ramadan. Setelah bulan puasa berakhir, mulailah dengan olahraga ringan guna menjaga kebugaran tubuh setelah Lebaran. Lakukan latihan fisik selama 10 hingga 15 menit setiap harinya. Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap untuk menghindari cedera. Lalu, jika sudah terbiasa, Anda bisa meningkatkan intensitas dan durasi olahraga menjadi 30 menit sehari dan dilakukan sebanyak empat hingga lima kali dalam seminggu.
5. Kurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji
Setelah menikmati makanan pedas dan berlemak saat Lebaran, banyak orang mungkin merasa jenuh dan beralih ke makanan cepat saji. Namun, makanan cepat saji juga bisa berbahaya jika dimakan terlalu banyak, sama seperti makanan pedas dan berlemak. Karena itu, sebaiknya kurangi konsumsi makanan cepat saji selama Lebaran agar kesehatan tetap terjaga.
Pilihan Editor: Manfaat Puasa untuk Kesehatan Pencernaan