Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Apa Itu Penyakit Abses Hati yang Diderita Hotman Paris?

Abses hati adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya kantong berisi nanah di hati.

28 Februari 2025 | 10.11 WIB

Ilustrasi Liver. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi Liver. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Hotman Paris Hutapea mengungkapkan penyebab dirinya sakit bukan karena gigitan berang-berang peliharaannya, melainkan abses hati. Hal tersebut disampaikannya melalu akun Instagramnya. Lantas, apa itu abses hati?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari BMJ Best Practice, abses hati adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya kantong berisi nanah di hati. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, atau jamur. Kondisi ini dapat terjadi karena cedera hati atau infeksi intra-abdomen yang menyebar melalui pembuluh darah besar di hati. Meskipun abses hati umumnya lebih umum terjadi pada pria, tidak menutup kemungkinan terjadinya abses hati pada wanita.

Gejala Abses Hati  

Dikutip dari situs Siloam Hospitals, berikut gejala abses hati:

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

1. Merasa Tidak Enak Badan  

Penderita abses hati sering mengalami perasaan tidak nyaman secara keseluruhan, seperti tubuh lemas, pegal, atau kurang bertenaga tanpa penyebab yang jelas.  

2. Kelelahan Berlebihan  

Energi tubuh menurun drastis, menyebabkan penderita mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini dapat mengganggu rutinitas harian dan kualitas hidup.

3. Kehilangan Nafsu Makan  

Penurunan selera makan merupakan gejala umum yang dapat menyebabkan penderita kesulitan mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup, sehingga berdampak pada asupan nutrisi.  

4. Penurunan Berat Badan  

Akibat dari hilangnya nafsu makan, penderita dapat mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu relatif singkat, sering kali tanpa usaha diet atau perubahan pola makan.  

5. Demam Tinggi  

Infeksi yang terjadi pada hati memicu reaksi peradangan dalam tubuh, menyebabkan suhu tubuh meningkat. Demam ini bisa bersifat persisten atau naik turun.  

6. Menggigil  

Suhu tubuh yang tidak stabil sering kali disertai dengan menggigil, terutama saat demam tinggi terjadi. Hal ini menandakan adanya infeksi yang sedang berlangsung.  

7. Nyeri di Perut Bagian Kanan Atas  

Karena hati terletak di bagian kanan atas perut, penderita abses hati sering merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di area tersebut. Rasa sakit dapat muncul secara tumpul atau tajam, terutama saat tubuh bergerak atau ditekan.  

8. Mual dan Muntah  

Gangguan pada fungsi hati dapat mempengaruhi sistem pencernaan, sehingga penderita lebih mudah mengalami mual yang bisa disertai muntah.  

9. Urine Berwarna Gelap  

Perubahan warna urine menjadi lebih pekat atau kecokelatan dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi hati akibat infeksi atau peradangan.  

10. Penyakit Kuning (Jaundice)  

Kulit dan bagian putih mata yang menguning menunjukkan bahwa hati mengalami gangguan dalam memproses bilirubin, suatu zat yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah. Kondisi ini sering kali menjadi indikasi bahwa infeksi pada hati sudah cukup parah.  

Pengobatan Abses Hati

Dikutip dari British Liver Trust, pengobatan abses hati akibat infeksi bakteri umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik. Dalam banyak kasus, antibiotik diberikan secara intravena dan memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Durasi pengobatan biasanya berlangsung selama beberapa minggu, dan pasien mungkin perlu menjalani pemindaian ulang untuk memastikan abses berangsur membaik. Jika penggunaan antibiotik saja tidak cukup efektif, dokter dapat memasang kateter drainase dengan bantuan pencitraan radiologi. Namun prosedur pembedahan untuk mengeluarkan abses jarang diperlukan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus