Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Influencer Kebugaran Jo Lindner Meninggal karena Aneurisma, Apa itu dan Bagaimana Mencegahnya?

aneurisma bisa dicegah dengan berhenti merokok.

4 Juli 2023 | 15.46 WIB

Ilustrasi ruang perawatan di rumah sakit.
Perbesar
Ilustrasi ruang perawatan di rumah sakit.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang influencer kebugaran asal Jerman yakni Jo Lindner dikabarkan meninggal dunia akibat terserang Aneurisma otak pada sabtu (1/7). Menurut kesaksian sang kekasih, Nicha, melalui unggahan instagramnya, Jo Lindner meninggal dunia setelah mengeluhkan sakit pada bagian leher tiga hari sebelum kematiannya. Lantas, apa sebenarnya aneurisma itu?

Melansir my.clevelandclinic.org, aneurisma adalah tonjolan pada dinding arteri. Aneurisma dapat terbentuk ketika terdapat area yang lemah di dinding arteri. Terjadinya aneurisma dapat menyebabkan pendarahan internal, serta pembekuan darah yang dapat menghalangi aliran darah pada arteri. 

Aneurisma dapat terbentuk pada satu arteri bagian tubuh Anda seperti di jantung, perut, otak hingga kaki Anda. Namun, aneurisma yang paling umum adalah aneurisma aorta. Orang yang paling beresiko mengalami aneurisma adalah laki - laki, seorang berusia diatas 60 tahun, perokok aktif hingga orang berkulit putih. 

Beberapa orang dapat terlahir dengan kondisi ini. Meskipun penyebabnya belum diketahui, namun ada beberapa kemungkinan. Yakni penyempitan pembuluh darah, riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, atau cedera pada aorta. 

Dalam banyak kasus, seseorang bahkan tidak menyadari mereka memiliki aneurisma. Saat aneurisma pecah maka kondisinya darurat. Berikut beberapa gejala aneurisma;

- Pusing

- Detak jantung cepat

- Sakit kepala, dada, perut dan punggung

- Kehilangan kesadaran setelah sakit kepala

- Kebingungan atau syok

- Sulit menelan

- Kelelahan 

- Mual dan Muntah

- Bengkak dibagian leher

- Perbuhan penglihatan

Aneurisma sangat berbahaya sebab dapat memotong aliran darah menuju otak, akibatnya seseorang dapat mengalami stroke. Bila Anda mengalami gejala aneurisma, segera memeriksakan diri Anda dan lakukan diagnosis dengan CT Scan, CT atau MRI angiografi hingga USG.

Adapun untuk mencegah terjadi aneurisma, Anda harus mengonsumsi makanan yang dapat menyehatkan jantung, berolahraga secara teratur, mempertahankan berat badan ideal, dan berhenti merokok.

Pilihan Editor: Perdana, RS Paru Jember Lakukan Operasi Bedah Saraf Aneurisma Otak

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus