Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Transplantasi rambut adalah teknik menambahkan rambut ke area kepala yang tumbuh rambutnya menipis atau botak. Cara ini dilakukan dengan mengambil rambut dari bagian kulit kepala yang lebih tebal atau dari bagian tubuh lainnya, lalu mencangkoknya ke bagian kulit kepala yang menipis atau botak.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Apakah teknik ini memiliki efek samping? Jawabannya iya. Secara umum transplantasi rambut mengakibatkan efek samping berupa jaringan parut dan ini tidak dapat dihindari dengan prosedur atau pengobatan apa pun.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dilansir dari laman healthline.com, beberapa resiko efek samping yang mungkin terjadi adalah infeksi, kerak atau drainase nanah di sekitar lokasi operasi, sakit kepala, gatal, dan bengkak, dan radang folikel rambut (folikulitis).
Selain itu juga berdarah pada bagian kepala yang dicangkok, kehilangan sensasi di sekitar lokasi operasi, pertumbuhan rambut yang tidak rapi, akan terlihat tidak cocok dengan rambut di sekitarnya atau terlihat lebih tipis, dan kemungkinan terus mengalami kerontokan.
Selain efek akibat teknik transplantasi rambut, obat seperti minoxidil dan propecia juga dapat memiliki efek samping, seperti kulit kepala teriritasi, pusing, nyeri dada, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, tangan, kaki, atau payudara bengkak serta disfungsi seksual.
Untuk menghindari banyak efek samping, sebaiknya pilihlah ahli bedah berlisensi serta bersertifikat. Jika perlu konfirmasikan catatan prosedur transplantasi yang berhasil dan mintalah untuk melihat portofolionya.
RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION