Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Jatuh Cinta pada Motif Aceh, Gista Putri Bantu Jual Batik Online

Gista Putri menjual batik dari para perajin di Aceh, Minang, dan Papua untuk membantuk UMKM

17 September 2020 | 17.50 WIB

Gista Putri, istri Wishnutama (Instagram @gistaputri)
Perbesar
Gista Putri, istri Wishnutama (Instagram @gistaputri)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gista Putri ikut berjualan batik secara online bersama Yayasan Batik Indonesia (Rumah Cikatomas), pada Rabu, 16 September 2020. Dia menawarkan ragam kain batik dan ready to wear hasil karya para perajin dari Aceh, Minang, dan Papua.

Motif batik Aceh yang cenderung lebih simpel dan warna yang feminin telah menarik perhatian istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama ini. Selain dipakai sendiri, kain batik juga bisa dibuat sarimbit bersama pasangan atau keluarga di momen-momen acara tertentu.

Gista mencoba melilitkan kain batik tersebut di tubuhnya. "Kalau aku tuh pakai kain batik simpel aja, aku lilitkan, bikin layer terus aku kasih belt jadi motif terlihat jelas," ucapnya saat live berlangsung.

Batik Aceh didominasi oleh warna merah dan terakota dengan motif pintu Aceh. Lalu batik Papua didominasi navy dan hitam dengan motif Cendrawasih yang lebih terang. Sementara batik Minang banyak mengusung warna burgundy dan motif rumah gadang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Harga batik yang ditawarkan Gista dan YBI berkisar mulai Rp 360 ribu hingga Rp 2,6 juta. Batik yang paling banyak yang cari oleh konsumen online ialah sarimbit batik Aceh dan outer batik yang dilengkapi oleh masker, salah satunya dirancang oleh desainer muda Danjyo Hyoji.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Saat menawarkan batik, perempuan kelahiran 2 Agustus 1987 ini mengenakan long dress batik dengan aksen di bagian bawah berupa brokat warna hitam. Tak lupa ia melengkapi belt warna coklat, aksesoris gelang, dan anting dari Tulola sebagai fashion statement.

Jualan online ini dilakukan untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) batik di berbagai daerah Indonesia. Seperti diketahui, sektor ini merupakan salah satu yang terdampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung enam bulan. 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus