Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Mengenali Perbedaan Batuk Biasa dan Reaksi Alergi

Batuk alergi atau karena infeksi pilek berbeda. Apa cirinya gejalanya?

23 Januari 2023 | 11.23 WIB

Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Batuk ada berbagai penyebabnya. Batuk alergi atau karena infeksi pilek juga agaknya tampak seperti tak ada bedanya. Tapi, sebetulnya batuk biasa dan akibat alergi itu berlainan. Batuk tersebab alergi cenderung kering dan terasa gatal atau geli di tenggorokan. Sedangkan batuk akibat pilek biasanya basah, berlendir, atau berdahak.

Gejala batuk alergi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Mengutip Verywell Health, gejala batuk alergi terkadang sulit dibedakan dengan kondisi lain. Contohnya dengan kondisi asma dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Namun, biasanya batuk, karena alergi cenderung kering. Batuk tidak akan mengeluarkan lendir atau dahak. Di tahap ringan, batuk alergi menyebabkan gatal di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini terkadang juga berbarengan dengan hidung tersumbat, bersin, kelelahan, dan sakit kepala.

Di tahap yang parah, batuk alergi disertai sesak napas dan mengi. Muncul pula gatal atau ruam, pingsan, diare parah. Pasien juga merasa mual atau muntah, detak jantung cepat atau tidak teratur. Pembengkakan di wajah, leher, atau tenggorokan.

Jika mengalami tahapan itu disarankan segera menemui dokter untuk mendapat penanganan. Sebab, gejala tersebut tanda anafilaksi atau alergi parah, reaksi syok yang bisa berakibat membahayakan keselamatan.

Mengapa batuk saat alergi?

 

Mengutip Medical News Today, batuk alergi tersebab respons sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Bukan akibat infeksi seperti pilek dan flu.

Saat terkena alergen, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan zat yang disebut imunoglobulin E (IgE). Zat ini memicu reaksi sel mast dan basofil yang membuka dan melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah kecil melebar dan mengeluarkan cairan ke jaringan di sekitarnya. Kondisi itu memicu reaksi pada sistem pernapasan atas, bawah, atau keduanya. Beberapa faktor penyebab batuk alergi antara lain, serbuk sari bunga, spora jamur, dan bulu binatang. Debu, tungau, kecoak, dan zat lainnya. 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus