Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Pelawak Nur Tompel Meninggal, Awas TBC Mudah Menular Lewat Udara

Pelawak Nur Tompel meninggal dunia pada Sabtu, 2 Maret 2019, karena TBC. Kuman penyakit ini mudah menular melalui udara.

3 Maret 2019 | 15.45 WIB

Ilustrasi batuk. huffingtonpost.com
Perbesar
Ilustrasi batuk. huffingtonpost.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak Nur Tompel meninggal dunia pada Sabtu, 2 Maret 2019 pada usia 65 tahun. Pemilik nama asli Muhammad Nur bin Yahya ini sempat dirawat di rumah sakit MMA Kalipasir, Cikini, Jakarta Pusat. Ia diketahui menderita Tuberculosis atau TBC.

Baca: Penyakit TBC, Perhatikan Penyebab, Penularan, dan Gejalanya

Tubercolosis merupakan penyakit menular yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Terdapat 274 kasus kematian per hari di Indonesia pada 2016, sedangkan sepanjang tahun itu diketahui lebih dari 1 juta kasus TBC baru. Sebanyak 10,4 juta orang menderita penyakit TBC dan 1,7 juta orang di antaranya meninggal. Indonesia merupakan negara dengan pengidap TBC terbanyak di dunia setelah India. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan TBC paling rentan menular melalui ruang publik, misalnya transportasi umum, melalui perantara udara. "Percikan ludah atau dahak yang dikeluarkan menjadi media penularan yang sangat cepat," kata Anung Sugihantono, seperti dikutip dari Antara beberapa waktu lalu.

Selain itu, batuk dan bersin juga bisa menyebarkan kuman yang jumlahnya tak terhingga. Karena itu, Anung Sugihantono mengingatkan agar penderita TBC memakai masker serta menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Selain itu, etika batuk juga perlu disosialisasikan. Diperlukan penggunaan masker atau menutup mulut dengan lengan saat batuk dan bersin. Sebab, proses penularan kuman ditentukan dari banyaknya kuman yang keluar dari pasien ketika batuk atau bersin dan mengeluarkan percikan dahak.

TBC bisa disembuhkan dengan proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis dan waktu tertentu, selama 6-9 bulan.

Baca: Penyakit TBC, Perhatikan Penyebab, Penularan, dan Gejalanya

ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus