Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

BPS: KSA Metode Terbaik untuk Hitung Produksi Beras

Setiap bulan 6.223 petugas BPS mengamati 229.437 titik di seluruh Indonesia.

8 Desember 2022 | 10.58 WIB

Pekerja mengangkut karung beras ke gudang Bulog Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2022. Bulog menjamin stok beras, telur, dan gula pasir, aman untuk Ramadan dan Lebaran. TEMPO/Prima Mulia
material-symbols:fullscreenPerbesar
Pekerja mengangkut karung beras ke gudang Bulog Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2022. Bulog menjamin stok beras, telur, dan gula pasir, aman untuk Ramadan dan Lebaran. TEMPO/Prima Mulia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan data beras yang dikeluarkan selama ini merupakan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. BPS melakukan penghitungan jumlah produksi beras dan lahan baku sawah menggunakan Kerangka Sampel Area (KSA). Bagi BPS, metode tersebut merupakan yang terbaik dimiliki Indonesia saat ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kita ada petugas yang terlibat setiap bulan itu 6.223 petugas dan yang kita amati sebanyak 229.437 titik di seluruh Indonesia. Jadi itu yang kita foto setiap bulan untuk mengamati fase pertumbuhan padi," tutur Kepala BPS, Margo Yuwono dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu, 7 Desember 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Metode KSA itu adalah yang terbaik yang dimiliki kita sekarang. Jadi kalau bicara teknik metodologi Bapak, kita itu pertama melakukan pengamatan dan melibatkan banyak pihak. Termasuk BRIN. Jadi, surplus kita yang 1,7 juta ton itu adalah struktur selama setahun.”

Pernyataan BPS diperkuat oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang sangat yakin dengan data dan hitungan BPS mengenai jumlah stok beras nasional. Menurut dia, produktivitas beras Indonesia saat ini tetap dalam kondisi yang sangat baik. Terpenting adalah menguatkan kolaborasi bersama Bulog, Bapanas dan para petani di seluruh daerah.

"Besok misalnya kerja saya dengan pak Buwas, dengan yang lain akan lebih baik. Maka itu kita enggak boleh saling salahkan. memang kita harus ada dan tidak boleh ada persoalan. Saya kira sangat berbahaya kalau semua (surplus) beras kita yang 1,7 (juta ton) itu dikuasi pedagang," ujar Mentan.

Ihwal kenaikan harga, menurutnya masih wajar karena petani di seluruh Indonesia tengah menikmati hasil jerih payahnya selama berproduksi. Apalagi cost produksi saat ini juga dalam keadaan tinggi.

"Kalau harga seperti ini kamu tanya saya sebagai Menteri, saya minta maaf inilah harga yang paling wajar karena cost produksi juga lagi naik. Tetapi kan pemerintah harus ada di antara mereka. Kita tidak boleh saling salahkan memang kita harus ada dan tidak boleh ada persoalan," katanya. (*)

Prodik Digital

Prodik Digital

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus