Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
INFO NASIONAL: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memantau langsung penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dan bansos beras di Kampung Bugisan, Jalan Rajawali, Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Selasa, 27 Juli 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pada penyaluran bansos di Pekalongan, Mensos mengecek penyaluran BST senilai Rp600 ribu (Mei-Juni) yang disalurkan melalui Pos Indonesia, dan bansos beras 10 kg yang disalurkan oleh Bulog.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di sana, Mensos Risma bertemu langsung dengan keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, di tengah kunjungan tersebut Risma mendapati ketidaksesuaian antara jumlah yang mestinya disalurkan dengan yang diterima KPM. "Memang ada masalah di bantuan sembako. Hal ini terjadi di beberapa daerah, ada ketidaksesuaian antara yang harusnya diterima Rp200 ribu dengan barang yang mereka dapat," ujarnya Risma.
Risma merinci per paket seharusnya bernilai Rp200 ribu. Namun, setelah dilakukan penghitungan dari barang yang diterima, harganya tidak sesuai." Penerima manfaat tidak tahu dia menerima berapa. Saat ditanya, apalagi yang tua-tua itu, dia menerima berapa bilangnya tidak tahu. Dia tahunya menerima beras, tapi tidak tahu nilainya," kata Mensos Risma.
Tidak ingin tinggal diam, mantan Wali Kota Surabaya ini akan menindaklanjuti temuan tersebut. "Saya di sini dengan beberapa tim termasuk dari Mabes Polri, akan mendalami hal ini," katanya.
Menurut Mensos, ke depannya KPM akan bisa membelanjakan uang bansos di mana saja, tidak terbatas di e-Warong. "Nanti ke depan kita tidak akan gunakan yang seperti ini lagi, KPM bisa berbelanja di mana saja, bisa memilih kebutuhannya apa saja. Kita sedang siapkan alat untuk mendukung itu. Kemensos dapat bantuan dari Bank Indonesia dan dibantu pengawasannya oleh OJK, untuk bagaimana menggunakan alat yang bisa digunakan oleh KPM untuk belanja di mana pun," kata Risma.
Mensos Risma mengatakan penyaluran BST yang dibantu oleh Pos Indonesia, berjalan lancar. "Laporannya di berbagai daerah cukup bagus. Bahkan, penyaluran BST di luar Jawa sudah 80 persen," katanya.
Program BST sempat dihentikan pada April lalu karena angka positif Covid-19 diprediksi turun. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Angka positif covid-19 melesat naik dan diberlakukan PPKM Darurat. "Melihat kondisi tersebut, pemerintah memutuskan menambah BST dua bulan (Mei-Juni), ditambah beras 10 kg. Begitu juga penerima PKH dan BPNT mendapat beras 10 kg," kata Mensos.
KPM penerima BST senilai Rp600 ribu dan beras 10 kg di Pekalongan sangat bersyukur karena bansos membantu meringankan beban ekonomi mereka."Bantuan ini untuk membeli kebutuhan pokok, kalau ada sisa mau untuk modal berjualan bakso. Terima kasih kepada Bapak Jokowi, Mensos Ibu Risma, dan Kantor Pos. Bantuan ini sangat membantu keluarga saya," kata Muchamad Zamburi, salah satu KPM di Pekalongan.(*)