Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
INFO NASIONAL - Kanker genetik adalah jenis kanker yang disebabkan oleh perubahan genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak. Meskipun sering disebut "kanker keturunan", tidak semua orang yang memiliki mutasi genetik ini akan mengembangkan kanker. Setiap sel tubuh mengandung DNA, yang berfungsi sebagai instruksi untuk mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk pertumbuhan sel.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketika terjadi perubahan pada gen tertentu, sel-sel dapat berkembang secara tidak terkendali dan membentuk tumor, yang jadi ciri khas dari kanker. Mutasi genetik yang menyebabkan kanker bisa terjadi baik secara spontan maupun diwariskan. Jika mutasi ini diwariskan, risiko seseorang untuk mengidap jenis kanker tertentu akan lebih tinggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko kanker genetik sebagai bagian dari langkah pencegahan. Dengan memahami faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena kanker, individu dapat mengambil tindakan untuk mengurangi risikonya. Beberapa faktor risiko kanker genetik yang perlu diperhatikan, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, termasuk piai.or.id, dapat membantu dalam upaya pencegahan dan kesadaran kanker.
Hal pertama yang perlu diwaspadai adalah riwayat keluarga. Memiliki riwayat keluarga yang pernah didiagnosis kanker tertentu merupakan salah satu penanda kuat adanya potensi risiko genetik. Semakin dekat hubungan kekerabatan dengan anggota keluarga yang terkena kanker, semakin tinggi pula risiko yang mungkin dihadapi.
Selain itu, ada faktor mutasi gen yang mana pada beberapa kasusu tertentu dapat secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Beberapa gen yang sering dikaitkan dengan risiko kanker adalah BRCA1 dan BRCA2. Identifikasi mutasi genetik ini sangat penting dalam menentukan langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Usia juga merupakan faktor risiko yang signifikan untuk kanker genetik. Seiring bertambahnya usia, risiko akumulasi mutasi genetik semakin besar. Hal ini karena sel-sel tubuh terus membelah dan berlipat ganda sepanjang hidup, sehingga peluang terjadinya kesalahan dalam proses replikasi DNA juga meningkat.
Meskipun begitu, banyak individu yang berusia lanjut tidak pernah mengalami kanker, sementara beberapa orang muda justru didiagnosis dengan kanker genetik.
Beberapa jenis kanker genetik yang perlu diketahui antara lain adalah kanker payudara. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 merupakan penyebab utama kanker payudara herediter.
Wanita dengan mutasi gen ini memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara sepanjang hidup mereka dibandingkan dengan populasi umum. Selain itu, mutasi pada gen-gen lain juga dapat meningkatkan risiko, meskipun dalam proporsi yang lebih kecil.
Kanker ovarium juga memiliki kaitan yang kuat dengan mutasi genetik, terutama pada gen BRCA1 dan BRCA2. Wanita dengan mutasi gen ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan kanker ovarium. Selain itu, sindrom Lynch, yang merupakan suatu kondisi genetik yang meningkatkan risiko kanker kolorektal, juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.
Selain itu, Kanker prostat juga menjadi salah satu kanker yang bisa diturunkan. Meskipun sebagian besar kasus kanker prostat tidak memiliki penyebab yang jelas, beberapa penelitian menunjukkan adanya komponen genetik. Mutasi pada gen tertentu, seperti gen HOXB13, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Selain itu, riwayat keluarga dengan kanker prostat juga dapat meningkatkan risiko.
Risiko kanker genetik tak hanya bisa muncul pada sistem reproduksi. Kanker usus besar atau kolorektal juga memiliki komponen genetik yang kuat. Sindrom Lynch, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, adalah salah satu contohnya.
Sindrom Lynch menyebabkan mutasi pada gen yang terlibat dalam perbaikan DNA, sehingga sel-sel lebih mudah mengalami mutasi dan berkembang menjadi kanker. Selain itu, familial adenomatous polyposis (FAP) adalah kondisi genetik lain yang meningkatkan risiko kanker kolorektal secara signifikan.
Kenis kanker lain yang bisa diturunkan adalah leukemia. Beberapa jenis leukemia memiliki komponen genetik yang kuat. Misalnya, leukemia myeloid kronis (CML) disebabkan oleh mutasi pada kromosom Philadelphia.
Mutasi ini menyebabkan sel darah putih tumbuh secara tidak terkendali. Selain itu, sindrom Down juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan leukemia akut pada anak-anak.
Pencegahan Kanker Genetik
Meskipun tidak semua jenis kanker genetik dapat dicegah sepenuhnya, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas hidup.
1. Tes Genetik
Tes genetik merupakan alat yang sangat berharga dalam mengidentifikasi individu yang memiliki risiko tinggi terkena kanker tertentu. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker atau khawatir tentang potensi risiko genetik, konsultasikan dengan dokter atau ahli genetik untuk mengetahui apakah tes genetik cocok untuk Anda.
Hasil tes genetik dapat memberikan informasi penting tentang risiko Anda dan membantu dalam merencanakan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
2. Pemantauan Kesehatan
Pemantauan kesehatan secara teratur sangat penting bagi individu dengan risiko tinggi kanker genetik. Frekuensi dan jenis pemeriksaan yang diperlukan akan bervariasi tergantung pada jenis kanker yang berisiko dan mutasi genetik yang ditemukan.
Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan termasuk pemeriksaan fisik, mammografi, USG, kolonoskopi, dan tes darah. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
3. Gaya Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup sehat adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko kanker, baik yang bersifat genetik maupun lingkungan.
4. Pembedahan Profilaksis
Dalam beberapa kasus, pembedahan profilaksis dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kanker. Pembedahan profilaksis melibatkan pengangkatan organ yang berisiko tinggi terkena kanker, seperti payudara atau ovarium.
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah semua jenis kanker genetik, dengan kesadaran dan upaya yang tepat, kita dapat mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas hidup. (*)