Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Junta Militer Minta India Kembalikan Delapan Polisi Myanmar yang Kabur

Pejabat India menerima surat dari junta militer untuk mengembalikan 8 polisi Myanmar yang kabur ke India karena menolak menembak demonstran Myanmar

6 Maret 2021 | 16.30 WIB

Seorang petugas pasukan keamanan bersenjata mengarahkan senjatanya ke balkon saat mereka berpatroli di sebuah jalan di Yangon, Myanmar, 3 Maret 2021. REUTERS
Perbesar
Seorang petugas pasukan keamanan bersenjata mengarahkan senjatanya ke balkon saat mereka berpatroli di sebuah jalan di Yangon, Myanmar, 3 Maret 2021. REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Junta militer telah meminta India untuk mengembalikan beberapa polisi Myanmar yang telah mencari perlindungan karena menolak perintah atasan menembak demonstran, kata seorang pejabat di timur laut India pada Sabtu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sekitar 30 polisi Myanmar dan anggota keluarga mereka melintasi perbatasan India untuk mencari perlindungan, ketika penindasan junta terhadap pengunjuk rasa antikudeta semakin keras, dengan puluhan orang terbunuh sejak kudeta 1 Februari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dikutip dari Reuters, 6 Maret 2021, pejabat tinggi di Champhai, sebuah distrik di negara bagian Mizoram, India, mengatakan dia telah menerima surat dari pejabat di distrik Falam Myanmar yang meminta pemulangan delapan polisi Myanmar "untuk menjaga hubungan persahabatan".

Wakil Komisaris Maria C.T. Zuali mengatakan pada Sabtu bahwa dia menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri India di New Delhi terkait permintaan tersebut.

Pasukan keamanan berdiri di jalan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, 4 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

Aparat keamanan semakin keras menindak para demonstran Myanmar yang menolak kudeta militer. Utusan Khusus PBB di Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan 38 orang tewas pada Rabu setelah aparat menembaki massa yang berunjuk rasa damai, NHK melaporkan. Burgener mengatakan sedikitnya sudah 50 orang yang terbunuh sejak protes kudeta militer 1 Februari.

Banyak cerita yang beredar di media sosial tentang aparat polisi Myanmar bergabung bersama pengunjuk rasa penentang kudeta, tetapi kaburnya petugas polisi Myanmar ke negara tetangga adalah kasus pertama yang dilaporkan.

Dalam surat yang diterima pejabat India, pihak berwenang Myanmar mengatakan mereka memiliki informasi tentang delapan personel polisi yang telah menyeberang ke India. Surat tersebut mencantumkan rincian empat polisi, berusia antara 22 dan 25 tahun, termasuk seorang petugas perempuan.

"Untuk menjalin hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan 8 personel polisi Myanmar yang telah tiba di wilayah India dan menyerahkannya ke Myanmar," kata surat itu.

Kementerian dalam negeri federal dan kementerian luar negeri India belum menanggapi permintaan pemulangan delapan polisi Myanmar dari junta militer.

REUTERS | NHK

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus