Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Nasional Vietnam dilaporkan akan mengadakan pertemuan luar biasa minggu ini. Pertemuan itu merupakan sesi yang diharapkan para pejabat dan diplomat untuk mengkonfirmasi penunjukan presiden baru.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut informasi yang diposting di portal pemerintah daerah provinsi selatan Khanh Hoa dan Binh Phuoc, parlemen akan mengadakan pertemuan di luar sesi minggu ini. Binh Phuoc menyebut sesi luar biasa akan dimulai pada Rabu, 1 Maret 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Beberapa pejabat dan diplomat, seperti dikutip Reuters, Senin, 27 Februari 2023, mengatakan kandidat presiden baru Vietnam adalah Vo Van Thuong yang berusia 52 tahun. Saat ini dia menjadi anggota termuda Politbiro partai, badan pengambil keputusan tertinggi di negara itu.
Potensi penunjukan Thuong terjadi di tengah kampanye anti-korupsi, yang dijuluki "tungku api", di mana ratusan pejabat telah diselidiki dan banyak tokoh politik terkemuka telah diberhentikan, termasuk dua wakil perdana menteri.
Thuong terpandang dekat dengan tokoh terkuat Vietnam, Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong. Nguyen Phu Trong merupakan arsitek utama kampanye antikorupsi.
Parlemen dan Kementerian Luar Negeri, yang bertanggung jawab mengenai komunikasi atas nama pemerintah, belum berkomentar mengenai isu ini. Sidang reguler parlemen berikut dijadwalkan pada Mei.
Peran presiden dalam sistem ketatanegaraan Vietnam secara umum bersifat seremonial. Presiden di Vietnam termasuk di antara empat tokoh politik teratas di negara itu, bersama dengan sekretaris jenderal partai, perdana menteri, dan ketua majelis nasional.
Seorang pejabat Vietnam mengatakan, pertemuan majelis akan mengikuti keputusan partai, yang diharapkan pada paruh pertama minggu ini, untuk menunjuk presiden baru.
Bulan lalu, Presiden Nguyen Xuan Phuc tiba-tiba mengundurkan diri setelah Partai Komunis Vietnam yang berkuasa menyalahkannya atas "pelanggaran dan kesalahan" pejabat bekas bawahannya.
Penjabat presiden saat ini adalah Vo Thi Anh Xuan. Dia merupakan wakil presiden ketika Phuc mengundurkan diri.
REUTERS
Pilihan Editor: