Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Jaringan pipa gas milik perusahaan negara Malaysia, Petronas bocor hingga menyebabkan ledakan hebat. Kebakaran merambat cepat sehingga mengancam desa-desa terdekat selama hari libur Idul Fitri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Setidaknya 49 rumah rusak dan 112 orang terluka, dengan 63 orang dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar, kesulitan bernapas, dan cedera lainnya, kata Wakil Kepala Polisi Selangor Mohamad Zaini Abu Hassan yang diberitakan oleh kantor berita Malaysia, Bernama. Tidak ada korban tewas akibat peristiwa tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Unit manajemen bencana negara mengatakan penyelamatan korban yang terjebak sedang berlangsung. Beberapa orang dirawat karena luka bakar.
Dilansir dari Al Jazeera, Kepala Menteri Selangor Amirudin Shari mengatakan 82 orang telah diselamatkan. Penduduk akan ditempatkan sementara di masjid terdekat sampai situasi terkendali.
Gambar dan video bola api akibat kebakaran viral di media sosial. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran kuat yang mengguncang pintu dan jendela rumah mereka. "Tiba-tiba, kami mendengar suara ledakan keras dan kemudian terjadi kekacauan total," kata seorang warga yang tinggal 200 meter (650 kaki) dari lokasi kebakaran, menurut surat kabar Malaysia Star. "Kami segera meninggalkan rumah dan segera melihat warga lain juga pergi."
Petronas mengatakan dalam pernyataan singkat bahwa jaringan pipa tersebut telah diisolasi. Pejabat manajemen bencana mengatakan katup telah ditutup untuk memadamkan api.
Menurut Petronas, tiga stasiun pengisian bahan bakar di dekat lokasi tersebut tidak terkena dampak namun telah ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan. Perusahaan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Pilihan editor: Top 3 Dunia: Gempa Myanmar hingga Pertemuan Sugiono dengan Mantan Menlu