Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Putin dan Trump Akan Bertemu di Arab Saudi, Zelensky Mengaku Tak Diundang

Putin dan Trump akan bertemu di Arab Saudi untuk membahas cara mengakhiri perang Ukraina.

16 Februari 2025 | 11.01 WIB

Putin dan Trump Akan Bertemu di Arab Saudi, Zelensky Mengaku Tak Diundang
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky buka suara ihwal rencana pertemuan Rusia dan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump akan bertemu di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang di Arab Saudi. Keduanya rencananya akan membahas cara mengakhiri perang Rusia Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun, menurut

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

seorang sumber yang mengetahui acara tersebut pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut Zelensky, Ukraina tidak diundang ke pembicaraan di Arab Saudi. Ukraina juga tidak akan terlibat dengan Rusia sebelum berkonsultasi dengan mitra strategis.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, penasihat keamanan nasional Mike Waltz, dan utusan Gedung Putih untuk Timur Tengah Steve Witkoff akan berkunjung ke Arab Saudi, kata Perwakilan AS Michael McCaul dilansir dari Reuters. Belum jelas siapa yang akan mereka temui dari Rusia.

Di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, McCaul mengatakan tujuan pembicaraan tersebut adalah mengatur pertemuan antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Zelensky untuk membawa perdamaian dan mengakhiri perang.

Sebuah sumber yang mengetahui rencana tersebut mengonfirmasi rencana pembicaraan di Arab Saudi antara pejabat AS dan Rusia. Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Trump, yang mulai menjabat pada 20 Januari, telah berulang kali berjanji segera mengakhiri perang Ukraina. Ia melakukan panggilan telepon terpisah kepada Putin dan Zelensky pada hari Rabu, membuat sekutu-sekutu Washington di Eropa khawatir bahwa mereka akan disisihkan dari proses perdamaian apa pun.

Ketakutan tersebut sebagian besar terbukti pada Sabtu ketika utusan Trump untuk Ukraina mengatakan Eropa tidak akan memiliki tempat di meja perundingan. Washington sebelumnya telah mengirimkan kuesioner ke ibu kota Eropa untuk menanyakan kontribusi apa yang dapat mereka berikan untuk jaminan keamanan bagi Kyiv.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Mereka sepakat melakukan kontak rutin guna mempersiapkan pertemuan antara Putin dan Trump, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Zelensky mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan mengunjungi Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Turki, tetapi tidak menyebutkan kapan. Namun, pemimpin Ukraina itu mengatakan bahwa ia tidak berencana bertemu dengan pejabat AS atau Rusia selama kunjungan tersebut.

Amerika Serikat dan Eropa telah memberikan bantuan militer puluhan miliar dolar kepada Ukraina sejak perang dimulai. Trump mengatakan bahwa ia mendukung Ukraina tetapi sedang mencari jaminan untuk pendanaan AS bagi Kyiv.

AS dan Ukraina saat ini tengah merundingkan kesepakatan yang dapat membuka peluang bagi investasi AS untuk kekayaan alam Ukraina yang melimpah. Tiga sumber mengatakan AS mengusulkan untuk mengambil alih kepemilikan 50 persen mineral penting Ukraina. Zelensky mengatakan pada hari Sabtu bahwa rancangan kesepakatan tersebut tidak memuat ketentuan keamanan yang dibutuhkan Kyiv.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus