Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Para pejabat Arab Saudi memerintahkan penangkapan seorang rapper perempuan dan krunya karena mengunggah video musik "Mecca Girl" di YouTube.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Rapper, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Asayel, mengunggah video minggu lalu. Video menunjukkan dia ngerap tentang menjadi seorang perempuan dari Mekah. Dia terlihat mengenakan jilbab, bernyanyi di sebuah kedai kopi dengan penari dan anak-anak di sekitarnya, menurut CNN, 27 Februari 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut akun Twitter resmi wilayah Mekah, gubernur Mekah, Pangeran Khalid bin Faisal memerintahkan penangkapan orang-orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi lagu itu, yang katanya, "menyinggung kebiasaan dan tradisi masyarakat Mekah dan bertentangan dengan identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat."
Sang pangeran juga memerintahkan penyanyi dan rekannya untuk diselidiki dan dihukum. Awal pekan ini, akun YouTube Asayel dihapus, tetapi banyak pengguna lain yang mengunggah video musiknya. Salah satu kanal YouTube Entertainment 101 mengunggah musik video Mecca girl pada 26 Februari.
"Hanya seorang gadis Mekah yang kamu butuhkan/Jangan membuatnya kesal, dia akan menyakitimu," lirik lagu yang dibawakan Ayasel, menggambarkan bagaimana seorang perempuan dari Mekah melebihi semua perempuan Saudi lainnya dalam keindahan dan kekuatan, dalam lirik yang dikutip dari Al Jazeera.
"Dengan dia, kamu bisa menyelesaikan Sunnah (menikah) / Hidupmu dengannya akan menjadi surga," lanjut lirik.
Mekah adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad dan situs paling suci dalam Islam. Ziarah ke Mekah, yang dikenal sebagai Haji, adalah salah satu rukun Islam.
Seruan untuk penangkapan Asayel datang di tengah upaya Kerajaan Saudi untuk memodernisasi tatanan sosialnya yang ultrakonservatif dan melonggarkan beberapa dari banyak pembatasan yang diterapkan pada perempuan.
Pada Desember tahun lalu, pemerintah mengakhiri pemisahan gender di restoran. Pada bulan Agustus, larangan dicabut pada perempuan Saudi yang memegang paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan dari wali pria. Dalam reformasi penting, perempuan Arab Saudi diberikan hak untuk mengemudi pada tahun 2017 dan diberikan SIM pertama pada tahun 2018.
Namun, banyak aturan keras tetap berlaku, dan para aktivis dengan cepat menunjukkan bahwa serangan balik terhadap sang rapper menunjukkan batas-batas upaya Arab Saudi.
Arab Saudi mengundang musisi AS Nicki Minaj untuk menjadi headline sebuah festival musik di Jeddah musim panas lalu, tetapi Nicki Minaj menarik diri dari acara tersebut karena kekhawatirannya tentang catatan hak asasi manusia Arab Saudi.