Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Silicon Valley Bank Resmi Diakuisisi First Citizens

First Citizens BancShares Inc sepakat mengakuisisi Silicon Valley Bank mulai hari ini.

27 Maret 2023 | 17.00 WIB

Sejumlah nasabah antre di depan kantor cabang Silicon Valley Bank, di Wellesley, Massachusetts, AS, 13 Maret 2023. Namun, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengucurkan dana talangan (bail out) SVB. Artinya, semua uang nasabah Rp2.712 triliun yang nyangkut kini bisa kembali. REUTERS/Brian Snyder
Perbesar
Sejumlah nasabah antre di depan kantor cabang Silicon Valley Bank, di Wellesley, Massachusetts, AS, 13 Maret 2023. Namun, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengucurkan dana talangan (bail out) SVB. Artinya, semua uang nasabah Rp2.712 triliun yang nyangkut kini bisa kembali. REUTERS/Brian Snyder

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - First Citizens BancShares Inc pada Senin, 27 Maret 2023, menyatakan pihaknya akan mengakuisisi simpanan dan pinjaman Silicon Valley Bank atau SVB serta aset tertentu lainnya dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). FDIC, dalam pernyataan terpisah, mengatakan telah menerima hak apresiasi ekuitas di saham First Citizens BancShares dengan potensi nilai hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun sebagai bagian dari kesepakatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

First Citizens menyebut akusisi bank SVB itu disusun untuk mempertahankan posisi keuangan yang solid. Menurutnya, perusahaan gabungan tetap tangguh dengan beragam portofolio pinjaman dan basis simpanan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Berdasarkan kesepakatan tersebut, unit First–Citizens Bank & Trust Company akan menerima aset SVB sebesar US$110 miliar (Rp 1,6 kuadriliun), simpanan sebesar US$56 miliar (Rp 849 triliun), dan pinjaman sebesar US$72 miliar (Rp 1 kuadriliun).

"Pendekatan manajemen risiko yang hati-hati akan terus melindungi pelanggan dan pemegang saham melalui semua siklus ekonomi dan kondisi pasar," kata pernyataan itu.

FDIC mengatakan pembelian sekitar US$72 miliar atau sekitar Rp 1 kuadriliun aset SVB datang dengan diskon US$16,5 miliar, setara Rp 242 triliun.

"FDIC memperkirakan biaya kegagalan Silicon Valley Bank untuk Deposit Insurance Fund (DIF) menjadi sekitar $20 miliar atau sekitar Rp 303 triliun. Biaya pasti akan ditentukan saat FDIC menghentikan kurator," katanya.

Regulator menambahkan, sekitar US$90 miliar atau sekitar RP 1,3 kuadriliun dalam sekuritas dan aset lain dari SVB akan tetap berada dalam kurator untuk disposisi.

Mulai Senin, 17 bekas cabang SVB akan mulai beroperasi sebagai Silicon Valley Bank, sebuah divisi dari First Citizens Bank.

First Citizens memiliki aset sekitar US$109 miliar atau sekitar Rp 1,6 kuadriliun dan total simpanan sebesar US$89,4 miliar setara Rp 1,2 kuadriliun.

Daniel Ahmad Fajri

Bergabung dengan Tempo pada 2021. Kini reporter di kanal Nasional untuk meliput politik dan kebijakan pemerintah. Bertugas di Istana Kepresidenan pada 2023-2024. Meminati isu hubungan internasional, gaya hidup, dan musik. Anggota Aliansi Jurnalis Independen.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus