Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendapat

Beradaptasi atau Mati

Upaya adaptasi dan mitigasi krisis iklim masih dilakukan secara amatiran. Perlu perubahan paradigma pembangunan.

17 Mei 2024 | 00.00 WIB

Ilustrasi: Tempo/Kuswoyo
Perbesar
Ilustrasi: Tempo/Kuswoyo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

ADA tujuh ketidakmampuan belajar (disability to learn) dari individu, komunitas, atau organisasi yang menghambat proses pembelajaran. Salah satunya adalah paradigma tentang katak rebus (the parable of the boiled frog). Seekor katak akan secara refleks meloncat dan menyelamatkan diri saat dimasukkan ke dalam air mendidih. Namun, jika dimasukkan ke dalam air dingin dan secara perlahan dipanaskan, katak tersebut tetap diam sampai akhirnya mati kepanasan (Peter Senge, The Fifth Discipline, 1990).

Masuk untuk melanjutkan baca artikel iniBaca artikel ini secara gratis dengan masuk ke akun Tempo ID Anda.
  • Akses gratis ke artikel Freemium
  • Fitur dengarkan audio artikel
  • Fitur simpan artikel
  • Nawala harian Tempo

Kolom Hijau merupakan kolaborasi Tempo dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil di bidang lingkungan. Kolom Hijau terbit setiap pekan.

Redaksi menerima tulisan opini dari luar dengan syarat: panjang sekitar 5.000 karakter (termasuk spasi) atau 600 kata dan tidak sedang dikirim ke media lain. Sumber rujukan disebutkan lengkap pada tubuh tulisan. Kirim tulisan ke e-mail: [email protected] disertai dengan foto profil, nomor kontak, dan CV ringkas.

Toto Subandriyo

Pegiat Forum Pengkajian Pangan Pertanian dan Lingkungan (FP3L).

 
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus