Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Meredam Emisi Karbon Penambangan Nikel

Sekelompok ilmuwan dari UNSW, Australia, menghitung tingginya emisi karbon dari pengolahan nikel. Bagaimana cara meredamnya?

4 Juli 2023 | 00.00 WIB

Aktivitas eksplorasi areal pertambangan ore untuk nikel yang berada di Pomala, Kolaka, Sulawesi Tenggara. TEMPO/Iqbal Lubis
Perbesar
Aktivitas eksplorasi areal pertambangan ore untuk nikel yang berada di Pomala, Kolaka, Sulawesi Tenggara. TEMPO/Iqbal Lubis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Sebagai penghasil nikel terbesar dunia, Indonesia berperan sentral dalam peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.

  • Namun penambangan beserta pengolahan nikel dan bahan mineral kritis lain menghasilkan polusi besar.

  • Pakar teknik pertambangan dari UNSW Australia memberikan tiga strategi untuk mengurangi emisi karbon dari penambangan bahan mineral kritis.

Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral kritis yang berlimpah, seperti nikel, tembaga, dan aluminium. Salah satu mineral unggulan Indonesia adalah nikel, dengan jumlah cadangan bijih (potensi mineral mentah yang terbukti, tapi belum ditambang) mencapai 3,5 miliar ton.

Masuk untuk melanjutkan baca artikel iniBaca artikel ini secara gratis dengan masuk ke akun Tempo ID Anda.
  • Akses gratis ke artikel Freemium
  • Fitur dengarkan audio artikel
  • Fitur simpan artikel
  • Nawala harian Tempo
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus